Lemonilo Dorong Konsumen Lebih Cermat Membaca Label Makanan
- 11 Sep 2026 02:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lemonilo meluncurkan produk camilan baru bernama Brownies Cruunchy Shoor yang merupakan rice crispy berbalut cokelat dengan konsep praktis.
- Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan ibu dan anak akan camilan yang mudah dijangkau dan praktis dikonsumsi.
- Perusahaan menekankan pentingnya kebiasaan orang tua untuk membaca komposisi makanan sebelum membeli untuk mengawasi pilihan jajanan anak.
RRI.CO.ID, Jakarta — Lemonilo baru saja meluncurkan Brownies Cruunchy Shoor, camilan rice crispy berbalut cokelat dengan konsep yang praktis. Di balik peluncuran produk tersebut, Lemonilo juga menyoroti pentingnya kebiasaan membaca komposisi makanan sebelum membeli.
Produk yang menyasar ibu dan anak tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan terhadap camilan yang praktis dan mudah dijangkau. Lemonilo melihat orang tua tidak selalu dapat mengawasi pilihan jajanan anak ketika mereka mulai bersekolah dan bersosialisasi.
Marcomm Lead Lemonilo, Mulyawan, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan produk. Menurutnya, orang tua perlu dibekali pengetahuan agar dapat mempertimbangkan pilihan makanan untuk anak.
“Kami selalu mengedukasi orang tua untuk selalu mengecek komposisi produk. Kandungan gula, garam, dan lemak juga menjadi pengetahuan dasar yang perlu diperhatikan,” ujar Mulyawan dalam pertemuan Magang Hub di Plaza Senayan, Kamis, 9 September 2026.
Menurut Mulyawan, perhatian terhadap komposisi menjadi semakin penting ketika anak mulai memiliki kebebasan memilih jajanan. Anak juga dapat mengikuti pilihan makanan teman ketika berada di lingkungan sekolah atau pergaulan.
Karena itu, Lemonilo tidak hanya mengandalkan informasi produk untuk menyampaikan pesan mengenai makanan. Perusahaan juga mendorong konsumen untuk melihat informasi pada kemasan sebelum menentukan pilihan.
Mulyawan mengatakan Lemonilo memiliki daftar bahan yang tidak digunakan dalam produknya. Ia menyebut daftar tersebut mencakup sekitar 100 bahan yang masuk dalam kebijakan pembatasan perusahaan.
Selain melalui kemasan, edukasi juga dilakukan ketika perusahaan berinteraksi langsung dengan konsumen. Mulyawan menyebut tenaga promosi turut mengarahkan konsumen untuk memperhatikan komposisi pada label produk.
“Kami tidak mau hanya memproduksi sesuatu, tetapi harus ada sisi edukasinya. Kami ingin masyarakat juga memahami apa yang mereka konsumsi,” katanya.
Kebiasaan membaca label juga dapat membantu konsumen memahami kandungan makanan yang akan dikonsumsi. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih makanan untuk diri sendiri maupun keluarga.
Di sisi lain, Lemonilo mengaku menghadapi tantangan dalam mengubah anggapan mengenai makanan sehat. Makanan dengan konsep tersebut masih kerap dianggap memiliki rasa hambar atau kurang enak.
Menurut Mulyawan, Lemonilo mencoba menjawab anggapan tersebut melalui pengembangan produk dan masukan dari konsumen. Perusahaan mengumpulkan tanggapan konsumen untuk mengetahui bagian produk yang masih perlu diperbaiki.
“Tantangannya adalah mengubah persepsi bahwa makanan sehat itu tidak enak. Kami ingin menunjukkan bahwa makanan sehat tetap bisa enak,” ucap Mulyawan.
Lemonilo menempatkan akses terhadap pilihan makanan yang lebih sehat sebagai bagian dari visi perusahaan. Brownies Cruunchy Shoor menjadi salah satu produk yang dikembangkan untuk memperluas pilihan camilan dengan harga yang lebih terjangkau.
Lemonilo kini tidak hanya mengembangkan mi instan, tetapi juga menghadirkan berbagai produk camilan dan bumbu masak. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan lebih banyak pilihan makanan bagi masyarakat.
Kehadiran produk baru juga menunjukkan bahwa pembahasan mengenai makanan tidak hanya berkaitan dengan rasa dan harga. Bagi konsumen, memahami komposisi dan kandungan gizi dapat menjadi langkah sederhana sebelum memilih makanan kemasan. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....