Aktivitas Pelanggan Stasiun Ketapang Capai 553.202 Orang

  • 10 Sep 2026 02:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatat 553.202 aktivitas pelanggan di Stasiun Ketapang sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
  • Stasiun Ketapang membukukan lonjakan pertumbuhan aktivitas penumpang hingga 99,05 persen dibandingkan periode tahun 2022.
  • Jalur kereta api di ujung timur Jawa terus menghubungkan mobilitas masyarakat menuju Banyuwangi dan Pulau Bali.

RRI.CO.ID, Banyuwangi - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 553.202 aktivitas pelanggan di Stasiun Ketapang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah pergerakan penumpang tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Perusahaan transportasi milik negara tersebut menyatakan catatan positif ini pada hari Rabu, 9 September 2026. Total pergerakan pengguna jasa kereta api pada periode tahun sebelumnya mencapai angka 509.862 aktivitas pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan mengenai perkembangan peran Stasiun Ketapang. Stasiun di ujung Pulau Jawa ini berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat menuju Banyuwangi serta Pulau Bali.

“Stasiun Ketapang memiliki cerita panjang sejak kereta api mencapai Banyuwangi lebih dari satu abad lalu. Perjalanannya menggambarkan perubahan peran kereta api, dari mendukung aktivitas perdagangan hingga menjadi penghubung perjalanan masyarakat menuju Banyuwangi dan Bali,” ujar Anne.

Pembangunan jaringan rel kereta api menuju Banyuwangi dahulu diprakarsai oleh perusahaan negara Staatsspoorwegen (SS). Lintas Mrawan menuju Banyuwangi sepanjang 58 kilometer mulai beroperasi secara resmi pada 2 Februari 1903.

Stasiun Banyuwangi lama memiliki keterhubungan langsung dengan Pelabuhan Boom untuk mendukung arus perdagangan angkutan laut. Sebanyak 12 perjalanan kereta api melayani rute Kalibaru serta Kalisat menuju Banyuwangi pada 1926.

Pusat aktivitas pelabuhan kemudian dipindahkan dari kawasan Pelabuhan Boom menuju Ketapang sejak 1 Januari 1974. Jalur rel Kabat menuju Banyuwangi Baru mulai beroperasi resmi menghubungkan kawasan penyeberangan pada 7 September 1985.

Stasiun Banyuwangi Lama dinonaktifkan pada 31 Maret 1988 sebelum stasiun baru berganti nama pada 2019. Aktivitas tercatat sebanyak 277.928 orang pada 2022, lalu menjadi 388.193 pelanggan pada periode tahun 2023.

Volume pergerakan penumpang bertambah menjadi 449.867 pelanggan pada 2024 dan terus mengalami peningkatan secara konsisten. Pertumbuhan pelanggan stasiun tersebut tercatat melonjak hingga mencapai 99,05 persen jika dibandingkan tahun 2022.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut memberikan penjelasan terkait sejarah perkeretaapian tersebut. Lokasi stasiun yang dekat pelabuhan sangat mempermudah masyarakat yang hendak bepergian menuju wilayah Bali.

“Perjalanan Stasiun Ketapang menjadi bagian dari cerita panjang perkeretaapian Indonesia. Dari stasiun yang dahulu mendukung aktivitas perdagangan melalui Pelabuhan Boom hingga menjadi simpul mobilitas masyarakat saat ini, setiap perkembangan kawasan ikut membentuk perjalanan stasiun ini,” ucap Wisnu.

Stasiun Ketapang tetap kokoh menjadi bagian penting perjalanan masyarakat menuju berbagai destinasi wisata alam. Kawasan ujung timur Pulau Jawa terus menyimpan kekayaan budaya bernilai tinggi setelah lebih satu abad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....