KAI Revitalisasi Stasiun Perkotaan Integrasikan Moda Transit

  • 04 Sep 2026 22:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mempercepat pelaksanaan rencana induk revitalisasi simpul stasiun perkotaan.
  • KAI menyiapkan fasilitas penunjang integrasi antarmoda transportasi di berbagai stasiun strategis kawasan perkotaan.
  • Penataan kawasan stasiun menyasar pengembangan fasilitas transit terpadu dan efisiensi alur mobilitas masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia merancang revitalisasi simpul stasiun perkotaan untuk memperkuat integrasi antarmoda transportasi. Perseroan membeberkan cetak biru pembenahan stasiun strategis di Stasiun BNI City pada Jumat, 4 September 2026.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba memaparkan konsep penataan aksesibilitas pejalan kaki. Infrastruktur perkeretaapian perkotaan ditata guna menciptakan sistem konektivitas antarmoda yang modern, aman, serta terintegrasi menyeluruh.

"Dan di dalam penanganan integrasi antarmoda itu kalau benchmark di dunianya itu kan sekitar 500 sampai 900 meter untuk integrasi antarmoda ya. Dan di dalam pelayanan, kita akan menyiapkan travelator yang datar dan juga yang naik untuk sisi Stasiun Karetnya. Dan untuk sisi Kendal, juga kita menyiapkan yang namanya pedestrian ya, kanopi selasar, dan juga eskalator akses dari Kendal," kata Anne saat menjelaskan penataan Stasiun Karet.

Anne menjelaskan bahwa penataan simpul transit perkotaan juga menyasar stasiun penyangga di wilayah Jakarta Selatan. Stasiun Cawang dipersiapkan menjadi titik alih moda utama bagi jutaan pengguna komuter harian perkotaan.

"Selain tadi (Stasiun-red) Karet ke BNI City, kami juga melihat potensi bahwa ada pertumbuhan di Cawang. Karena dia terintegrasi dengan LRT Cikoko. Volumenya juga ya kalau kita lihat 11 juta hampir 12 juta (penumpang-red) untuk KRL, dan LRT ini hampir 4 juta," ujar Anne.

Ia memaparkan penataan stasiun transit sibuk yang menjadi simpul perpindahan perjalanan lintas barat Jakarta. Tingginya mobilitas harian masyarakat menuntut pembaruan tata letak sirkulasi vertikal agar pergerakan penumpang lancar.

"Kondisinya arus pelanggannya pertumbuhannya sangat luar biasa dan volume transitnya selama 8 bulan itu hampir 20 juta, ya. Dan weekday-nya kita melayani 80.000 pengguna, weekend-nya 64.000. Jadi cukup tinggi, ya, untuk Stasiun Duri," ucap Anne.

Dia menuturkan rencana induk revitalisasi stasiun perkotaan turut mencakup perombakan tata ruang Stasiun Gambir. Stasiun sentral tersebut diproyeksikan terhubung secara langsung menuju ke berbagai kawasan objek destinasi wisata.

"Nah, Gambir. Kenapa Gambir? Sebenarnya ini juga kita sudah persiapkan dan kaji di dalam rancangan jangka panjang untuk program di KAI. Karena di sana ada MRT yang akan terkoneksi," kata Anne.

Uni, penumpang kereta api, memberikan tanggapan mengenai rancangan desain baru simpul stasiun ikonik Jakarta. Informasi mengenai rancangan fasilitas modern stasiun tersebut memicu perhatian luas dari kalangan masyarakat pengguna.

"Hadirnya New Gambir, yang saya denger dan lihat di medsos seperti, ke depan Gambir lebih kece. Semoga cepet terealisasi dengan baik dan bisa mengurangi kepadatan antrian penumpang," kata Uni.

Anne menegaskan bahwa konsep pembangunan stasiun diselaraskan dengan penyediaan kawasan hunian terjangkau masyarakat urban. Pengembangan kawasan Transit Oriented Development mulai diwujudkan di simpul stasiun transit tersibuk wilayah ibu kota.

"Di sini LRT, kemudian di sana ada stasiun KRL. Ini mau kita integrasikan, dan juga kemarin TOD telah mulai garap untuk hunian yang terjangkau di tengah kota. Nah, volume transitnya hampir 36 juta (penumpang-red) gitu ya," ujar Anne.

Penataan Stasiun Gambir dan Manggarai dirancang saling melengkapi dalam mengurai kepadatan pergerakan penumpang harian. Perseroan mengoptimalkan pendanaan mandiri non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk mempercepat proyek revitalisasi stasiun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....