ID FOOD Kirim 40 Ton Karkas Ayam Layer ke Timur Indonesia

  • 02 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ID FOOD mengirim perdana 40 ton karkas ayam layer dari Jawa Timur ke Makassar dan Papua
  • Pengiriman menjadi bagian kerja sama offtake dengan koperasi peternak untuk memperluas akses pasar ayam petelur afkir
  • Potensi kebutuhan pasar Makassar dan Papua diperkirakan mencapai sekitar 150 ton per bulan
  • Kementan mendorong pengiriman tersebut berkembang menjadi distribusi reguler untuk memperkuat posisi tawar peternak
  • Pengiriman melibatkan sejumlah koperasi peternak dari Blitar dan Kediri

RRI.CO.ID, Sidoarjo – BUMN holding pangan, ID FOOD, mengirimkan 40 ton karkas ayam layer dari Jawa Timur ke Makassar dan Papua. Ini merupakan upaya memperluas akses pasar bagi peternak ayam petelur yang memasuki akhir masa produksi.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, mengatakan ini merupakan bagian dari kerja sama offtake dengan koperasi peternak Jawa Timur. Skema itu diarahkan untuk mempertemukan produksi peternak dengan kebutuhan pasar secara lebih terarah.

“Pada kesempatan perdana ini dilakukan pengiriman sebanyak 40 ton karkas ayam layer,” ujarnya, Selasa 1 September 2026. “Ini menjadi awal untuk membangun skema perdagangan yang dapat mempertemukan produksi peternak dengan kebutuhan pasar secara lebih terarah.”

Dwi menambahkan karkas yang dikirim berasal dari ayam petelur yang sudah dibekukan. Penyerapan produk pangan tersebut membantu peternak memperoleh akses pasar bagi ayam layer yang memasuki fase akhir produksi.

Pada periode tertentu, ayam petelur afkir menghadapi keterbatasan serapan sehingga nilai jualnya dapat mengalami tekanan. Karena itu, ID FOOD mengarahkan pasokan dari sentra produksi menuju wilayah dengan potensi permintaan besar.

“Kami mencoba mempertemukan pasokan dari sentra produksi dengan kebutuhan pasar di wilayah tujuan,” kata Dwi. Menurut dia, pengiriman ke Makassar dan Papua menjadi awal untuk melihat kesesuaian produk, spesifikasi, harga, serta keberlanjutan pasokannya.

Untuk pengiriman karkas ayam ini, ID FOOD bekerja sama dengan sejumlah koperasi peternak. Di antaranya Koperasi PPN Blitar, Kartini Blitar, Putra Blitar, PPRN Blitar, Berkah Telur Blitar, dan Seribu Rejeki Kediri.

ID FOOD membuka peluang meningkatkan volume penyerapan dengan memperhatikan spesifikasi dan harga sesuai kebutuhan pasar. Potensi kebutuhan untuk pasar Makassar dan Papua saat ini mencapai sekitar 150 ton per bulan.

“Tentu terbuka ruang untuk pengembangan volume,” ucap Dwi. “Secara bertahap peternak akan memiliki akses pasar yang lebih luas dan secara bersamaan kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi secara konsisten.”

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, berharap pengiriman karkas ayam ini berkembang menjadi distribusi reguler. Menurut dia, kerja sama antarkoperasi diperlukan untuk memperkuat posisi tawar peternak.

“Ini merupakan langkah awal dan ke depannya diharapkan menjadi regular,” ujarnya. “Kerja sama antar koperasi diperlukan agar harga tidak dikendalikan oleh tengkulak.”

Ketua Koperasi PPRN, Rofi, penyerapan karkas ayam ini penyaluran ayam afkir ini menjadi solusi bagi peternak. “Ayam afkir bisa terserap dengan harga di atas harga pasar,” ujarnya.

ID FOOD selanjutnya akan mengevaluasi pengiriman perdana tersebut sebagai dasar pengembangan kerja sama. Evaluasi mencakup kualitas produk, ketepatan distribusi, penerimaan pasar, dan peluang peningkatan volume pengiriman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....