KAI Proyeksikan Pengurangan 9 Ribu Ton Emisi Karbon lewat B50
- 26 Agt 2026 23:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia memproyeksikan penurunan emisi emisi karbon sebesar sembilan ribu ton Karbon Dioksida Ekuivalen melalui bahan bakar B50.
- Perusahaan mencatat penggunaan BBM operasional lokomotif mencapai 172.228.585 liter sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
- Layanan kereta api melayani 29,86 juta pelanggan dengan estimasi efisiensi emisi sebesar 0,3 kilogram Karbon Dioksida Ekuivalen per penumpang.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia memproyeksikan pengurangan emisi hingga sembilan ribu ton Karbon Dioksida Ekuivalen. Capaian ramah lingkungan tersebut dihasilkan melalui penerapan bahan bakar B50 pada Kereta Api Jarak Jauh.
Manajemen Kereta Api Indonesia melaporkan data pencapaian efisiensi energi tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026. Penggunaan biodiesel B50 telah resmi diberlakukan secara penuh sejak tanggal 1 Juli 2026 lalu.
Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia Anne Purba memberikan keterangan resmi mengenai efisiensi energi. Total konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) operasional periode 1 Januari hingga 24 Agustus 2026 mencapai 172.228.585 liter.
“Transportasi masa depan membutuhkan pengelolaan energi yang semakin efisien dan terukur. Melalui penerapan B50, KAI terus mengoptimalkan penggunaan energi dengan kandungan biodiesel yang lebih tinggi untuk mendukung operasional kereta api yang semakin berkelanjutan,” ujar Anne.
Kebutuhan BBM operasional periode 1 Juli hingga 24 Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 40 juta liter. Peningkatan campuran sepuluh persen tersebut diperkirakan menghasilkan tambahan pemanfaatan biodiesel sekitar empat juta liter.
Perhitungan efisiensi tersebut menggunakan pendekatan manfaat pengurangan emisi program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Estimasi dampak lingkungan ini difokuskan secara khusus untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal.
Layanan transportasi kereta api jarak jauh dan lokal telah melayani 29,86 juta pelanggan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Manfaat pengurangan emisi dari penggunaan B50 tersebut setara dengan 0,3 kilogram Karbon Dioksida Ekuivalen per pelanggan.
Executive Vice President Corporate Secretary Kereta Api Indonesia Wisnu Pramudya turut menyampaikan pandangan mengenai efisiensi operasional. Perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan sarana serta mengembangkan pengelolaan konsumsi energi berbasis data yang terukur.
“Kereta api memiliki karakteristik sebagai moda transportasi massal yang mampu melayani masyarakat dalam jumlah besar dalam satu perjalanan. Karena itu, peningkatan efisiensi energi pada operasional kereta api memberikan kontribusi terhadap pengembangan transportasi yang semakin efektif dan berkelanjutan,” kata Wisnu.
Penerapan bahan bakar B50 memperkuat langkah perusahaan dalam mendukung program transformasi energi secara nasional. Langkah strategis ini sekaligus menghadirkan layanan transportasi berbasis rel yang modern serta berorientasi pada keberlanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....