KAI Targetkan Penurunan Emisi 25,76 Persen pada 2030
- 12 Jun 2026 01:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusun strategi dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih nasional pada tahun 2060.
- Perusahaan perkeretaapian nasional tersebut menargetkan penurunan emisi gas buang sebesar 25,76 persen pada tahun 2030 mendatang.
- Kemitraan dengan berbagai pihak internasional membantu percepatan transisi penggunaan energi ramah lingkungan di sektor transportasi kereta.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pengurangan emisi sebanyak 166.873 ton karbon dioksida. Target tersebut dihitung berdasarkan nilai acuan emisi awal sebesar 647.785 ton karbon dioksida ekivalen.
Langkah strategis ini dirancang guna mendukung target emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE). Rencana dekarbonisasi ini dipaparkan di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026.
Strategi jangka panjang korporasi dijelaskan oleh Vice President Corporate Communication KAI bernama Anne Purba. Penyusunan strategi ini diselaraskan dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang mitigasi sektor transportasi.
“Kereta api memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi dan emisi. Melalui Strategi Net Zero Emission, KAI menyiapkan langkah jangka panjang agar pengembangan layanan perkeretaapian selaras dengan target transisi energi nasional serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang,” ujar Anne.
Kajian menunjukkan moda kereta api hanya menyumbang satu persen dari total emisi sektor transportasi. Sementara itu sumbangan emisi dari kendaraan darat nasional tercatat mendominasi hingga mencapai angka 89 persen.
KAI terus memperluas jaringan jalur rel kereta bertenaga listrik yang kini telah mencapai 1.038,7 kilometer. Layanan ini mencakup Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek, serta Whoosh.
KAI juga menerapkan sertifikasi berupa Green Building EDGE pada area stasiun, depo, serta kantor. Upaya tersebut diarahkan untuk mengurangi konsumsi energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan kereta api.
Pemanfaatan bahan bakar biodiesel dikembangkan dari B40 pada 2025 menuju B50 pada tahun 2026. Selain itu KAI memasang panel surya berkapasitas 3.435,5 kWp pada 66 titik lokasi operasional.
Penjelasan mengenai kontribusi dekarbonisasi tersebut dipaparkan Vice President of Sustainability KAI Tria Mutiari Melian. Perusahaan juga telah menanam sebanyak 107.757 pohon di wilayah kerja sepanjang tahun 2021 hingga 2025.
“Sebagai tulang punggung transportasi massal nasional, KAI memiliki peran penting dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Kajian dan rekomendasi yang dihasilkan akan diselaraskan dengan pengembangan kebijakan dan peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional dalam jangka panjang,” ujar Tria.
LRT Jabodebek memproduksi emisi sebanyak 15 gram karbon dioksida ekivalen per penumpang setiap kilometer. Sedangkan armada Kereta Api Antarkota melepaskan emisi karbon sebesar 16,43 gram untuk jarak yang sama.
Dukungan teknis penyusunan strategi ini juga disampaikan oleh Project Director Kynergy Consulting Rekyan Eckersley. Kemitraan strategis ini didukung penuh oleh program UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT).
“Kereta api adalah moda dengan emisi yang relatif rendah. Memperkuat kapasitas dan daya tarik layanannya menjadi bagian krusial dari peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional Indonesia dalam jangka panjang dan kami bangga mendampingi KAI memperkuat langkah strategis tersebut,” kata Rekyan.
Upaya menyukseskan program transisi energi juga ditegaskan oleh Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya. Kajian analisis transisi dari Kereta Rel Diesel (KRD) menuju sistem kereta listrik juga dilakukan.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan internasional menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan transportasi rendah karbon. Kereta api memiliki peluang besar untuk memperkuat kontribusinya terhadap target penurunan emisi nasional sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang semakin efisien,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....