KAI Gelar Groundbreaking Hunian Terpadu di Kawasan Manggarai

  • 22 Agt 2026 01:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia menggelar groundbreaking Hunian Manggarai yang terintegrasi dengan transportasi publik.
  • Pembangunan hunian vertikal seluas 2,2 hektare tersebut ditujukan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
  • Proyek hunian perkotaan ini disiapkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemudahan akses angkutan massal.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar groundbreaking Hunian Manggarai sebanyak 3.784 unit terintegrasi transportasi publik. Acara peletakan batu pertama proyek hunian terpadu tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026.

Pengembangan hunian vertikal seluas 2,2 hektare ini mendukung suksesnya Program 3 Juta Rumah pemerintah. Pembangunan delapan tower hunian vertikal setinggi 24 lantai tersebut dijadwalkan berlangsung selama 18 bulan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan pentingnya sinergi antarlembaga secara terpadu. Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162 ribu pelanggan dengan 750 perjalanan kereta setiap hari.

“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi menjadi penting agar penyediaan rumah bagi masyarakat dapat berjalan lebih cepat. Di Manggarai, KAI bersama para pihak terkait membangun hunian vertikal di tengah kota yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat dengan harga terjangkau,” ujar Maruarar.

Maruarar juga mendorong pemanfaatan aset perkeretaapian di lokasi lain yang berpotensi memiliki akses baik. Layanan transportasi massal di Stasiun Manggarai mencakup Commuter Line Jabodetabek serta Commuter Line Basoetta.

“Ini kami harapkan dapat diteruskan di tempat lain. Di kawasan stasiun yang memiliki lahan dan akses transportasi yang baik, pengembangan seperti ini dapat kembali dilakukan untuk masyarakat,” katanya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan tiga prinsip utama dalam pengembangan kawasan Hunian Manggarai. Pengembangan hunian terbagi atas Blok G seluas 7.000 meter persegi dan Blok F 1,5 hektare.

“Layak berarti memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, dan fungsi hunian. Terjangkau berarti pengembangannya mengikuti kebijakan dan skema pemerintah bagi masyarakat yang menjadi sasaran. Berkelanjutan mencakup pemanfaatan lahan secara efisien, keterhubungan dengan angkutan massal, kepatuhan terhadap lingkungan, serta pengelolaan kawasan dalam jangka panjang,” kata Bobby.

Bobby menyatakan optimalisasi aset perkeretaapian tetap mengutamakan aspek keselamatan serta kelancaran operasional perjalanan kereta. Rencana pembangunan mencakup 1.276 unit di Blok G serta 2.508 unit di Blok F.

“Pengembangan hunian di Manggarai diarahkan agar masyarakat dapat tinggal di tengah kota dengan akses yang dekat terhadap transportasi publik. Pada saat yang sama, KAI memastikan optimalisasi aset tetap sejalan dengan keselamatan dan kelancaran operasional kereta api,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian perkotaan ini diprioritaskan khusus bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kawasan terpadu ini dilengkapi 150 unit retail serta unit tipe studio hingga tiga kamar.

“Kami akan menjaga tata kelolanya agar hunian yang disiapkan di tengah kota ini dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kualifikasi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Bobby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....