Kemendag Targetkan Transaksi Trade Expo Indonesia ke-41 USD17,5 Miliar
- 21 Agt 2026 15:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perdagangan meningkatkan target nilai transaksi Trade Expo Indonesia ke-41 menjadi USD17,5 miliar, naik dari USD16,5 miliar pada tahun sebelumnya.
- Trade Expo Indonesia ke-41 akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang, Banten.
- Persiapan TEI ke-41 menjadi bagian dari CEO Gathering yang diadakan di Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Surakarta - Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencapai USD17,5 miliar. Target tersebut meningkat dari USD16,5 miliar pada penyelenggaraan TEI tahun sebelumnya.
Persiapan TEI ke-41 tersebut menjadi bagian dari CEO Gathering di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 20 Agustus 2026. Pameran perdagangan internasional itu akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang, Banten.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha memanfaatkan TEI untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor Indonesia. Pemerintah dan dunia usaha didorong memiliki orientasi sama dalam menetapkan target ekspor serta memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia global.
“Kami mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan TEI sebagai momentum untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor. Pemerintah dan dunia usaha perlu memiliki orientasi sama dalam menetapkan target ekspor serta memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia berbagai negara,” ujar Budi.
Untuk memperkuat pelaksanaan TEI, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri bekerja lebih awal membantu pelaku usaha menemukan buyer potensial. Perwadag terdiri atas atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Budi menekankan peserta TEI tidak hanya bertemu calon pembeli ketika pameran berlangsung. Karena itu, Kemendag mendorong business matching antara peserta dengan calon buyer dilakukan sebelum TEI ke-41 dimulai.
“Kami tidak mau pelaku usaha Indonesia yang menjadi peserta pameran TEI hanya bertemu buyer ketika sudah di pameran. Kami menekankan adanya business matching antara peserta TEI dan calon buyer terlebih dahulu sebelum bertemu di TEI ke-41,” ujar Budi.
Setelah mendaftar sebagai peserta TEI, pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya kepada atase perdagangan maupun ITPC. Tahap tersebut menjadi bagian dari proses penjajakan untuk mengidentifikasi buyer yang sesuai dengan produk dan kapasitas perusahaan.
“Kalau ada yang belum jelas, Bapak dan Ibu bisa presentasi dulu kepada atase perdagangan dan ITPC. Jadi, ketika bertemu di pameran, pembahasannya sudah lebih konkret dan peluang transaksi semakin besar,” kata Budi.
Menurut Budi, pendekatan tersebut efektif pada penyelenggaraan TEI ke-40 pada 15-19 Oktober 2025. Pada hari pertama, sebanyak 137 dokumen kontrak dagang ditandatangani dengan nilai transaksi sekitar USD9,8 miliar.
Fasilitasi Kemendag tidak berhenti setelah kontrak dagang ditandatangani. Perwadag akan memonitor realisasi transaksi dan membantu pelaku usaha menghadapi kendala teknis maupun regulasi di negara tujuan ekspor.
“Setelah kontrak ditandatangani, bisa saja ada masalah teknis atau aturan baru di negara tujuan. Di situlah perwakilan perdagangan mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi penyelesaian kendalanya,” kata Budi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyebut CEO Gathering TEI ke-41 diikuti 106 perusahaan HIMKI dari Jawa, Bali, NTB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan berkelanjutan menjelang TEI ke-41.
“Melalui kegiatan strategis ini, kami berharap perusahaan-perusahaan unggulan Indonesia dapat memanfaatkan TEI secara optimal. Sebagai sarana promosi utama di hadapan buyer internasional,” ujar Puntodewi.
CEO Gathering tersebut juga diisi penandatanganan Nota Kesepahaman HIMKI dan PT Debindomulti Adhiswasti tentang kemitraan strategis promosi internasional furnitur Indonesia. MoU ditandatangani Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Pradana dan Ketua HIMKI Abdul Sobur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....