Trade Expo Indonesia 2026 Digelar Oktober, Kemendag Bidik Buyer Global
- 11 Agt 2026 13:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TEI 2026 digelar 14–18 Oktober di ICE BSD, Tangerang Selatan.
- TEI 2025 menghadirkan 8.045 buyer dari berbagai negara.
- Pemerintah mendorong business pitching berlanjut ke business matching hingga menghasilkan transaksi ekspor.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan kembali menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14-18 Oktober 2026, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti mengatakan, TEI menjadi wadah pertemuan pelaku usaha Indonesia dengan buyer internasional.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, TEI menghadirkan 8.045 buyer dari seluruh dunia. Tahun ini, pemerintah berharap jumlah buyer yang hadir dapat meningkat.
“Ini adalah network kita untuk melihat produk-produk kita bisa berada di etalase sedunia. Maka gunakanlah kesempatan ini sebaik-baik mungkin,” katanya, dalam Indonesia Food and Beverage (F&B) Trade Promotion Forum, di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Wamendag mengajak pelaku usaha memanfaatkan TEI untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang transaksi ekspor. Menurutnya, pertemuan antara pelaku usaha dan buyer perlu diarahkan menjadi business matching.
“Arahan Bapak Menteri, Budi Santoso adalah bisnis pitching ini harus terjadi setiap hari. Namun yang menjadi tantangan berikutnya adalah bagaimana dari pitching kita translate menjadi bisnis matching,” ucap Wamendag Roro.
Proses tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan bisnis, termasuk memorandum of understanding atau perjanjian yang dapat mendorong transaksi. Pemerintah juga terus berupaya menjadi jembatan antara pelaku usaha Indonesia dan pasar internasional.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan perlindungan merek dan kekayaan intelektual menjadi kunci memperkuat daya saing ekspor. Menurutnya, produk berkualitas tetap berisiko kehilangan nilai ekonomi jika identitas hukumnya tidak terlindungi.
Budi mengatakan pelaku usaha perlu menjadikan perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari strategi bisnis. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus melindungi aset nasional di tengah persaingan global.
"Dari kacamata perdagangan internasional, setiap produk tidak hanya harus berkualitas, tetapi kekayaan intelektualnya juga harus dilindungi. Karena itu, kekayaan intelektual selalu menjadi perhatian penting karena kita harus melindungi aset-aset nasional," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....