PT Pertamina Lubricants Berdayakan Ekonomi Pemuda Koja

  • 13 Agt 2026 00:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Pertamina Lubricants menyelenggarakan program pelatihan vokasi dan modal awal untuk memberdayakan pemuda di kawasan Koja, Jakarta Utara.
  • Karang Taruna RW 01 Kelurahan Tugu Utara mengelola Bengkel Cemara dengan menerapkan sistem pembayaran perawatan kendaraan menggunakan sampah anorganik.
  • Perusahaan berencana mereplikasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini ke unit produksi di wilayah Gresik dan Cilacap.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Lubricants mendirikan usaha bengkel mesin untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda di wilayah perkotaan. Program pembinaan vokasi tersebut sengaja menyasar kelompok pemuda untuk menciptakan peluang bisnis mekanik secara berkelanjutan.

Peninjauan bengkel binaan Production Unit Jakarta berlangsung di kawasan Koja, Jakarta Utara, pada Selasa, 12 Agustus 2026. Kegiatan kunjungan lapangan tersebut memperlihatkan keberhasilan program tanggung jawab sosial dalam mencetak wirausaha lokal baru.

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi memberikan penjelasan mengenai program pembinaan bengkel otomotif tersebut. Pelatihan teknik dan bantuan modal awal disalurkan melalui Enduro Entrepreneurship Program kepada kelompok masyarakat setempat.

"Di sini banyak programnya, antara lain ini, adalah bengkel Enduro Entrepreneurship Program, yaitu masyarakat itu kita bina gitu ya, kita bina, kita beri modal awal untuk membuka bengkel. Kita berikan pelatihan sebagai teknisi untuk mengoperasikan bengkel ini," kata Rika.

Pengelolaan unit usaha bengkel sosial tersebut diserahkan sepenuhnya kepada organisasi karang taruna di lingkungan masyarakat. Pendampingan manajemen bisnis secara konsisten terus dilakukan untuk menjamin kelancaran operasional unit perbengkelan pemuda daerah.

Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara Rukun Warga (RW) 01 Kelurahan Tugu Utara Dani Arwanto membenarkan perihal tersebut. Unit wirausaha perbengkelan sepeda motor tersebut mempermudah warga lokal dalam memperoleh pelayanan perawatan mesin kendaraan roda dua.

"Dan di samping kita ini, kita hadir di sini, kita di sini ada bengkel Gang Hijau Cemara, Bengkel Cemara, yang tentunya menjadi support dari Pertamina Lubricants yang dikelola oleh Karang Taruna warga RW 01 Kelurahan Tugu Utara," ujar Dani.

Dani menjelaskan mekanisme unik penukaran sampah anorganik yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapatkan layanan pelumas gratis. Jenis limbah yang dikumpulkan warga meliputi kardus, plastik, serta minyak jelantah untuk dikelola secara terpadu.

"Oli gratis tapi memang sifatnya kan kita bisa menabung dulu, nabung sampah. (Ini bisa-red) bisa ditukar dengan kardus, minyak jelantah, bahkan kita juga plastik, kita kelola juga untuk mengurangi sampah, permasalahan sampah di lingkungan ini," ucapnya.

Seluruh limbah anorganik tersebut dikirim ke bank sampah pusat untuk diolah serta dijual demi menambah pendapatan pemuda. Kombinasi keahlian keterampilan teknik dan kemandirian usaha terbukti sukses menciptakan dampak sosial positif bagi masyarakat setempat.

Rika mengungkapkan rencana perluasan program pemberdayaan ke berbagai wilayah operasional pabrik pelumas milik korporasi tersebut. Perusahaan tersebut saat ini tercatat memiliki tiga unit produksi pelumas yang tersebar di beberapa daerah Indonesia.

"Sebenarnya ada, di setiap kita kan punya tiga production unit ya, pelumas, dan di lokasi lain yang di Gresik maupun Cilacap juga punya program yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masyarakat sekitar," katanya.

Model pemberdayaan berbasis komunitas pemuda ini dinilai berhasil mewujudkan ekosistem bisnis lokal yang mandiri dan berkelanjutan. Sinergi harmonis antara warga dan korporasi terbukti efektif meningkatkan daya saing usaha mikro di kawasan perkotaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....