KAI Kelola Suku Cadang Rp1,23 Triliun Dukung 12.856 Sarana
- 13 Agt 2026 00:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mengelola persediaan suku cadang senilai Rp1,23 triliun per 30 Juni 2026.
- KAI memanfaatkan persediaan material tersebut untuk merawat 12.856 unit sarana serta fasilitas prasarana perkeretaapian.
- KAI menerapkan pendekatan siklus hidup berbasis data guna memastikan keandalan seluruh armada operasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengelola persediaan suku cadang senilai Rp1,23 triliun per 30 Juni 2026. Pengelolaan persediaan material raksasa tersebut bertujuan untuk mendukung pemeliharaan seluruh sarana dan prasarana perkeretaapian.
Nilai bruto mencakup suku cadang sarana sebesar Rp1,12 triliun serta prasarana senilai Rp224,73 miliar. Perusahaan BUMN ini merilis data resmi operasional tersebut pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.
PT Kereta Api Indonesia mengelola sebanyak 12.856 unit sarana demi menjaga kelancaran operasional armada. Armada tersebut terdiri atas 551 lokomotif, 1.064 Kereta Rel Listrik (KRL), dan 2.238 kereta penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan detail kesiapan suku cadang operasional armada. Jumlah total sarana tersebut juga mencakup sebanyak 8.907 gerbong barang serta 96 Kereta Rel Diesel Elektrik/Independen (KRDE/I).
“Pelanggan melihat kereta api ketika berada di peron, tetapi di belakang satu perjalanan terdapat proses pemeliharaan yang panjang. Lebih dari 12 ribu unit sarana membutuhkan dukungan material, tenaga teknis, Balai Yasa, depo, serta jadwal perawatan yang disiplin,” ujar Anne.
Suku cadang sarana dimanfaatkan untuk perawatan rutin maupun berkala pada berbagai jenis kereta operasional. Perawatan sarana dilaksanakan pada Balai Yasa dan depo di Daerah Operasi serta Divisi Regional.
Suku cadang prasarana digunakan untuk mendukung perawatan fasilitas jalan rel, jembatan, dan jalur perlintasan. Material prasarana tersebut juga menopang seluruh sistem persinyalan, instalasi listrik, serta fasilitas instalasi komunikasi.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memaparkan arah baru kebijakan pengelolaan aset. Pengelolaan aset perusahaan kini menekankan pendekatan siklus hidup berbasis data untuk menentukan keputusan pemeliharaan.
“Keandalan perjalanan dimulai jauh sebelum kereta berangkat. Pengelolaan material dan pemeliharaan menjadi pekerjaan yang berlangsung setiap hari untuk memastikan sarana dan prasarana siap digunakan,” kata Wisnu.
Keputusan peremajaan aset dilakukan secara tepat sesuai dengan kondisi riil serta tingkat risiko armada. Proses evaluasi menyeluruh tersebut terus dijalankan demi menjaga keandalan operasional seluruh rangkaian kereta api.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....