KAI Melayani 1,36 Juta Ton Semen dan Klinker hingga Juli 2026

  • 12 Agt 2026 23:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia melayani angkutan semen dan klinker sebanyak 1.357.524 ton hingga Juli 2026.
  • Layanan angkutan barang berbasis rel mendukung jaringan distribusi PT Semen Baturaja dan PT Semen Padang.
  • Realisasi angkutan nonbatu bara KAI mencapai 6,99 juta ton atau 102,3% dari target program kumulatif.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia melayani 1.357.524 ton angkutan semen dan klinker sepanjang Januari hingga Juli 2026. Capaian pengiriman material tersebut berhasil menyumbangkan pendapatan perusahaan sebesar Rp82,51 miliar pada periode sama.

Perusahaan logistik pelat merah ini berhasil mencatatkan total pengangkutan barang selain batu bara sejumlah 6.987.150 ton. Manajemen menyampaikan laporan kinerja operasional angkutan barang tersebut secara resmi pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pentingnya peranan angkutan kereta dalam rantai pasok industri. Layanan moda transportasi berbasis rel menyediakan kapasitas besar secara terjadwal guna mendukung efisiensi distribusi logistik nasional.

“Semen dan klinker merupakan bagian penting dari rantai pasok pembangunan. Melalui kereta api, volume besar dapat dikirim secara terjadwal dan terintegrasi sehingga arus logistik industri dapat berlangsung lebih efisien serta memberikan kepastian bagi pelanggan,” ujar Anne.

KAI melayani volume angkutan milik PT Semen Baturaja sebanyak 153.734 ton hingga bulan Juli 2026. Pabrik utama Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu mengirimkan klinker ke Cement Mill wilayah Kota Palembang.

Pendistribusian semen curah memanfaatkan gerbong kapsul untuk menjangkau titik jaringan di Sumatra Selatan serta Lampung. Sementara itu, realisasi pengangkutan material klinker untuk PT Semen Padang tercatat mencapai angka sebesar 200.950 ton.

Layanan operasional angkutan barang Sumatra Barat bergerak secara rutin melewati relasi jalur Indarung menuju Bukit Putus. Jalur kereta tersebut menghubungkan pusat industri Indarung dengan fasilitas Pelabuhan Teluk Bayur untuk kebutuhan ekspor.

Penggunaan moda transportasi berbasis rel membantu mengurangi kepadatan pergerakan armada kendaraan berat di jalan raya. Total realisasi angkutan nonbatu bara KAI menembus 6,99 juta ton atau 102,3% dari target program kumulatif.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen kolaborasi perusahaan bersama para pelaku industri. Target kumulatif pengangkutan barang selain batu bara yang ditetapkan perusahaan sebelumnya yakni sebesar 6,83 juta ton.

“KAI akan terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri agar jaringan rel semakin produktif bagi perekonomian. Ketika kawasan produksi dapat terhubung secara efisien dengan pusat distribusi dan pelabuhan, manfaatnya menjangkau lebih luas: rantai pasok menjadi lebih kuat, jalan raya lebih optimal, dan produk nasional semakin kompetitif," kata Wisnu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....