Pertamina Ingatkan Konsumen Waspadai Oli Palsu

  • 12 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Pertamina Lubricants mengimbau konsumen membeli pelumas melalui outlet resmi untuk menghindari oli palsu.
  • Konsumen dapat memeriksa identitas kemasan, termasuk QR code dan nomor seri, sebelum menggunakan pelumas.
  • Kendaraan listrik tetap memiliki komponen yang membutuhkan produk pelumas meskipun tidak menggunakan pelumas mesin konvensional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peredaran oli palsu menjadi persoalan industri pelumas yang perlu diantisipasi konsumen melalui pembelian produk resmi. PT Pertamina Lubricants memiliki hampir 7.500 outlet resmi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Konsumen perlu memeriksa identitas pada kemasan pelumas sebelum membeli produk untuk kendaraan mereka. Identitas tersebut mencakup QR code dan nomor seri yang tersedia pada setiap kemasan produk.

Rika Gresia Wahyudi menyampaikan imbauan tersebut di Pabrik Pertamina Lubricants, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 12 Agustus 2026. Jaringan outlet resmi menjadi saluran distribusi perusahaan untuk membantu konsumen memperoleh produk sesuai standar.

"Untuk pelumas Pertamina sendiri kita itu sudah memiliki hampir 7.500 outlet resmi ya yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi kerja sama kita sudah dengan banyak outlet dan kita selalu tidak henti-hentinya mengimbau untuk para konsumen agar membeli di outlet-outlet resmi," kata Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants di Pabrik Pertamina Lubricants di Koja, Jakarta Utara, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kondisi pengerjaan untuk memproduksi pelumas di PT Pertamina Lubricants, tepatnya di Pabrik Pertamina Lubricants di Koja, Jakarta Utara, Rabu, 12 Agustus 2026, (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Kemasan menjadi bagian yang perlu diperhatikan konsumen ketika memilih pelumas untuk kendaraan. Konsumen dapat menggunakan identitas produk untuk membantu mengidentifikasi keaslian pelumas sebelum pemakaian.

"Dan selalu memperhatikan karena di setiap botol itu kan ada identitasnya, gampangannya gitu ya, ada identitasnya. Kalau oli palsu itu kan pasti tidak memiliki identitas ya, dia artinya bisa sebenarnya bisa diidentifikasi dari situ," ujar Rika.

Konsumen juga perlu mempertimbangkan spesifikasi pelumas karena setiap produk dirancang untuk kebutuhan mesin tertentu. Penggunaan pelumas yang tidak sesuai spesifikasi dapat menimbulkan masalah pada kendaraan.

"Yang kedua, kami selalu mengimbau kepada konsumen agar tidak hanya melihat bahwa dari harga saja gitu. Mungkin bisa jadi oh mencari oli Pertamina yang paling murah, karena harga itu mungkin bisa murah tetapi bila mendapatkannya juga tidak di outlet resmi, ataupun mungkin bukan outlet resmi tapi juga terlihat ya dari kemasannya, dari semua identitasnya lah," kata Rika.

Perkembangan kendaraan elektrifikasi turut mengubah kebutuhan pelumas pada sejumlah komponen kendaraan selain mesin konvensional. Kendaraan listrik tidak menggunakan pelumas mesin seperti mobil bermesin pembakaran internal, tetapi tetap memiliki komponen berpelumas.

"Iya, tentunya kerusakan ya karena speknya juga dari oli tersebut tidak sesuai standar yang menjadi pelumas standar dari pelumas Pertamina," ujar Rika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....