Angkutan Batu Bara KAI Juli 2026 Tembus Lima Juta Ton
- 10 Agt 2026 22:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat rekor angkutan batu bara bulanan sebesar 5,12 juta ton pada Juli 2026.
- Perusahaan memperkuat operasional distribusi logistik melalui pengadaan 54 unit lokomotif CC205 dan 1.125 gerbong datar.
- Kelancaran transportasi komoditas berbasis rel mendukung pasokan energi nasional serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat angkutan batu bara Juli 2026 mencapai 5,12 juta ton. Perolehan tertinggi sepanjang tahun ini mengalami kenaikan sebesar 6,05 persen dibanding periode tahun sebelumnya.
KAI melayani pengiriman komoditas energi Sumatra bagian selatan sebanyak 31,66 juta ton hingga Juli. Perusahaan milik negara tersebut melaporkan data operasional angkutan barang pada Senin, 10 Agustus 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan kesiapan armada penunjang operasional logistik nasional. Peningkatan pada sarana angkutan terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi komoditas menuju titik penerimaan.
“Capaian 5,13 juta ton pada Juli menunjukkan kapasitas layanan logistik KAI terus meningkat. Fokus kami adalah memastikan komoditas dapat bergerak dalam jumlah besar secara aman, terjadwal, dan konsisten sehingga dapat mendukung kebutuhan pelanggan serta kegiatan ekonomi nasional,” ujar Anne.
Perusahaan telah menyelesaikan penerimaan 54 unit lokomotif CC205 untuk operasional Divisi Regional III Palembang. Pengiriman sarana buatan Progress Rail tersebut berlangsung secara berkala sejak Agustus 2025 sampai Mei 2026.
KAI bekerja sama dengan PT INKA untuk pengadaan 1.125 gerbong datar di Sumatra Selatan. Penambahan sarana rel secara bertahap dirancang untuk mengoptimalkan keunggulan pengangkutan komoditas berkapasitas besar secara efisien.
Anne menyampaikan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung dalam memfasilitasi pertumbuhan volume angkutan komoditas industri nasional. Operasional kereta barang terbukti mampu mengurangi penggunaan armada kendaraan berat pada jalur jalan raya.
“Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh. Lokomotif, gerbong, jalur, terminal, perawatan, dan pola perjalanan harus sama-sama siap. Dengan cara itu, pertumbuhan volume dapat tetap diikuti oleh pelayanan yang aman dan andal,” kata Anne.
Layanan kereta logistik menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui keterlibatan pekerja operasional maupun teknisi lapangan. Kelancaran alur rantai pasok batu bara turut menjaga keberlangsungan aktivitas pembangkitan energi di industri hilir.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan meningkatkan produktivitas sarana rel. Kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan terus diperkuat demi mewujudkan sistem distribusi logistik yang berkelanjutan.
“Semakin kuat layanan logistik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan oleh sektor energi, industri, pekerja, dan masyarakat. KAI ingin terus memperbesar peran kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucap Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....