KAI Sediakan Rumah Singgah Berarsitektur Limas di Sumatra
- 09 Agt 2026 00:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia menghadirkan fasilitas rumah singgah berarsitektur Rumah Limas di wilayah kerja Sumatra Selatan dan Lampung.
- KAI menyediakan tempat beristirahat guna mendukung keselamatan operasional para pekerja stasiun yang bertugas jauh dari kawasan permukiman.
- Perusahaan menguatkan kualitas lingkungan kerja operasional yang berhasil membuahkan penghargaan peringkat kedua nasional Indonesia's Best Employers 2026.
RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia menghadirkan fasilitas rumah singgah berarsitektur Rumah Limas bagi seluruh pekerja stasiun. Informasi penyediaan fasilitas tempat istirahat ini dijelaskan melalui keterangan resmi pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Penyediaan ruang ini bertujuan mendukung operasional petugas yang berdinas jauh dari kawasan permukiman penduduk setempat. Jalur kereta api di daerah tersebut dikelilingi hutan serta perkebunan yang cukup sepi saat malam.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan skema penyediaan tempat beristirahat bagi para pekerja. Petugas lapangan kerap menyelesaikan tugas dinas pada malam hari sehingga membutuhkan tempat perlindungan sementara.
“Di beberapa lokasi, pekerja kami berdinas cukup jauh dari permukiman dan perjalanan pulang dapat melewati perkebunan maupun kawasan yang sepi. Ketika dinasan berakhir malam hari, rumah singgah memberi pilihan bagi mereka untuk beristirahat lebih dahulu,” ujar Anne.
Wilayah Divre III Palembang mencakup Payakabung, Serdang, Karangenda, Gunungmegang, Muaragula, Muaralawai, Sukacinta, Simpang, Gelumbang, Penanggiran, dan Merapi. Lokasi Divre IV Tanjungkarang meliputi Rengas, Tulungbuyut, Negeri Agung, Tanjungrajo, Waypisang, Sungai Tuha, Gilas, serta Lubukbatang.
Bangunan singgah tersebut mengusung arsitektur tradisional Sumatra Selatan dengan bentuk atap limas yang sangat dominan. Karakternya memiliki bangunan ditinggikan, teritisan lebar, ornamen geometris, kisi-kisi, serta elemen bernuansa kayu khas lokal.
Anne mengungkapkan bahwa desain tradisional tersebut dirancang untuk menyesuaikan kehidupan masyarakat setempat di Palembang. Bangunan adat ini berkembang bersama lingkungan alam yang dekat dengan iklim tropis serta Sungai Musi.
“Sentuhan Rumah Limas membuat ruang istirahat pekerja memiliki kedekatan dengan daerah tempat mereka bertugas. Fungsinya mengikuti kebutuhan masa kini, sementara arsitekturnya membawa identitas lokal yang tetap terasa,” kata Anne.
Perusahaan mencatat jumlah tenaga kerja KAI Induk mencapai 28.003 orang sampai periode Juni 2026. Sebanyak 20.446 pegawai atau sekitar 73 persen berada dalam rentang usia 18 hingga 40 tahun.
KAI meraih peringkat kedua secara nasional dengan perolehan nilai 96,25 pada Indonesia’s Best Employers 2026. Pemeringkatan oleh majalah Tempo bersama Statista tersebut menilai budaya kerja hingga aspek rekomendasi para pekerja.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut menegaskan pentingnya ketersediaan tempat istirahat operasional. Kualitas lingkungan kerja di lapangan dinilai harus dirasakan secara merata hingga titik stasiun terluar.
“Perjalanan kereta api dijaga oleh pekerja dengan kondisi tempat tugas yang sangat beragam. Bagi rekan-rekan yang berdinas jauh dari permukiman, ruang istirahat yang aman dan nyaman menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi mereka,” kata Wisnu Pramudya.
Keberadaan rumah singgah menjadi sarana pendukung bagi petugas di antara bentang alam wilayah Sumatra. Fasilitas sederhana tersebut menjalankan fungsi penting yang sangat dekat dengan kehidupan harian seluruh pekerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....