Kemendag Gencarkan Promosi Dagang, Perluas Akses Pasar Arab Saudi

  • 07 Agt 2026 23:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arab Saudi ditetapkan sebagai pasar prioritas untuk produk nonmigas Indonesia oleh Kementerian Perdagangan.
  • Kemendag mengintensifkan strategi business matching, pitching, dan buying mission untuk menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli Saudi.
  • Peningkatan ekspor memerlukan lebih dari sekadar promosi produk, tetapi juga pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan buyer yang tepat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan Arab Saudi menjadi pasar prioritas produk nonmigas Indonesia. Karena itu, Kemendag terus mempertemukan pelaku usaha kedua negara melalui strategi promosi dagang agar peluang ekspor menjadi transaksi.

"Upaya peningkatan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan promosi produk, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan buyer yang tepat. Kemendag terus mengintensifkan business matching, pitching, buying mission, dan berbagai kegiatan promosi untuk memperluas akses pasar produk Indonesia," ujar Puntodewi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Puntodewi menjelaskan Atase Perdagangan RI di Riyadh memfasilitasi tiga business matching, tiga pitching, satu buying mission, serta pertemuan bisnis. Seluruh kegiatan berlangsung pada 1-19 Juli 2026 untuk memperluas dan memperkuat penetrasi produk Indonesia ke pasar Arab Saudi.

Atase Perdagangan RI di Riyadh Zulvri Yenni mengatakan promosi tersebut menjadi strategi memperluas jangkauan ekspor Indonesia di Timur Tengah. Menurutnya, pendekatan promosi dilakukan secara terarah berdasarkan kebutuhan pasar hingga menghasilkan transaksi bagi pelaku usaha nasional.

"Kami terus menghubungkan eksportir Indonesia dengan calon buyer di Arab Saudi melalui business matching, pitching, buying mission, dan kegiatan lainnya. Penetrasi pasar dilakukan melalui pendekatan terarah berbasis kebutuhan pasar serta dikawal hingga menghasilkan transaksi bagi pelaku usaha nasional," kata Zulvri.

Kegiatan pitching melibatkan PT Fin Komodo Technologi dengan produk kendaraan Utility All-Terrain Vehicle (UTV) serta PT Trisula Textile Industry untuk produk garmen. Kegiatan tersebut juga melibatkan PT Chitos dengan produk furnitur.

Atdag RI di Riyadh juga memfasilitasi business matching antara PT Aroma Kopikrim Indonesia dengan Atayib Alghectan Factory for Packing untuk produk kopi. Potensi transaksi dari pertemuan tersebut mencapai USD67.791.

Atdag RI di Riyadh turut mempertemukan PT Wahana Prima Sejati dengan Mahawar Allmdad Alhidhai untuk produk minyak nabati. Atdag RI di Riyadh juga mempertemukan PT Anugrah Laut Indonesia dengan Youssif Abu Dawood for Fish Trading untuk produk makanan laut.

Atdag RI di Riyadh juga memfasilitasi buying mission antara PT Anugrah Laut Indonesia dan Alakhtabut Abir Almuhiat untuk produk ikan raja. Potensi transaksi kegiatan tersebut mencapai USD9.400.

Selain kegiatan promosi, Atdag RI di Riyadh menggelar sejumlah pertemuan dengan pelaku usaha Arab Saudi. Pertemuan dilakukan dengan KM International untuk penjajakan kerja sama bersama produsen teh Indonesia serta Lulu Hypermart guna mempromosikan produk Indonesia di gerainya.

Pemilik Mahawar Alimdad Alhiddhai Fahad Alrumayan mengapresiasi dukungan Atdag RI di Riyadh dalam mempertemukan importir Arab Saudi dengan eksportir Indonesia. Menurutnya, fasilitasi tersebut membantu memperoleh mitra usaha yang memiliki rekam jejak baik dan kredibel.

"Kami juga memperoleh informasi mengenai perkembangan produk Indonesia yang sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi. Kami juga rutin memantau publikasi Atdag RI di Riyadh melalui media sosial untuk mengetahui potensi produk-produk baru dari Indonesia," ucap Fahad.

Pada Januari-Mei 2026, total perdagangan Indonesia dan Arab Saudi mencapai USD2,20 miliar. Sementara itu, total perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai USD6,53 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....