Menaker: Kesenjangan Kompetensi Perlu Segera Diatasi
- 07 Agt 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peningkatan mutu pendidikan perlu diperkuat melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)
- Yassierli mengapresiasi komitmen para dekan yang terus membangun koordinasi dan sinergi meningkatkan mutu pendidikan
- Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan mismatch (kesenjangan/red) kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja perlu segera diatasi. Upaya tersebut penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri.
Pernyataan itu disampaikan Yassierli saat membuka Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Forum tersebut membahas penguatan kualitas pendidikan dalam mendukung daya saing tenaga kerja nasional.
Menurut Yassierli, peningkatan mutu pendidikan perlu diperkuat melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Pendekatan tersebut dinilai mampu menghasilkan lulusan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya memperkuat pendidikan STEM. Langkah itu menjadi fondasi membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan teknologi.
Yassierli menilai masih terdapat ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja. Selain itu, masih terdapat kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri.
"Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja. Termasuk skill gap antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan industri," ujarnya dikutip dalam laman kemnaker.go.id, Jumat, 7 Agustus 2026.
Karena itu, berbagai upaya meningkatkan kualitas lulusan perlu terus diperkuat agar kesenjangan tersebut dapat diatasi. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Yassierli mengapresiasi komitmen para dekan yang terus membangun koordinasi dan sinergi meningkatkan mutu pendidikan. Kolaborasi itu dinilai mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
"Kolaborasi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan berkualitas akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, Yassierli menilai lulusan MIPA memiliki peluang besar di berbagai sektor industri. Penguasaan sains menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan STEM.
Ia mengatakan kurikulum perlu terus dievaluasi agar membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dan pemecahan masalah. Kompetensi tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
"Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja. Sekaligus meningkatkan daya saing bangsa," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....