Jaga Kelancaran Energi Nasional, KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026
- 07 Agt 2026 01:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI mengangkut 1.570.911 ton BBM selama Januari–Juli 2026 atau meningkat 4,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Distribusi BBM dilakukan bersama Pertamina Group menuju berbagai wilayah di Jawa dan Sumatra menggunakan kereta api.
- KAI mendukung kebijakan B50 dan memperkuat keandalan distribusi energi melalui pemeriksaan sarana serta koordinasi operasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengangkut 1.570.911 ton bahan bakar minyak (BBM) selama Januari hingga Juli 2026. Volume angkutan tersebut meningkat 4,01 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang mencapai 1.510.287 ton.
Peningkatan volume angkutan BBM mencapai 60.624 ton selama tujuh bulan pertama tahun 2026. Rata-rata 7.410 ton BBM didistribusikan setiap hari melalui jaringan perkeretaapian untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan distribusi BBM melalui kereta api mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional. Data tersebut disampaikan KAI melalui siaran pers yang dirilis pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Jakarta.
“BBM berkaitan langsung dengan ritme kehidupan masyarakat. Ketersediaannya mendukung masyarakat beraktivitas, pelaku usaha menjalankan distribusi, serta barang kebutuhan mencapai berbagai daerah. Melalui layanan berbasis rel, KAI membantu menjaga aliran energi dari pusat pasokan menuju daerah distribusi secara terjadwal,” ujar Anne.
KAI bekerja sama dengan Pertamina Group mendistribusikan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar menggunakan gerbong ketel. Distribusi tersebut menghubungkan pusat pasokan serta terminal BBM menuju berbagai wilayah tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra.
Penggunaan rangkaian kereta memberikan kapasitas angkut besar dengan jadwal operasional yang terukur. Pola distribusi tersebut membantu menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengurangi beban logistik melalui jalan raya.
Anne menjelaskan dinamika pasar energi global meningkatkan pentingnya keandalan distribusi energi dalam negeri. Laporan Oil Market Report International Energy Agency edisi Juli 2026 juga mencatat pasokan minyak global masih berada di bawah tingkat sebelum konflik.
KAI turut mendukung kebijakan energi nasional melalui penyesuaian distribusi Bio Solar dari B40 menjadi B50 sejak Juli 2026. Kebijakan tersebut meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis sumber daya domestik serta mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyampaikan perusahaan memastikan kesiapan sarana dan operasional distribusi energi nasional. Pemeriksaan sarana, kesiapan awak, serta koordinasi pengisian dan pembongkaran BBM terus diperkuat sesuai ketentuan keselamatan.
“Ketahanan energi membutuhkan pasokan, infrastruktur, dan distribusi yang berjalan selaras. KAI mengambil peran pada sisi transportasi dengan memastikan rangkaian, gerbong ketel, jalur, serta proses operasional berada dalam kondisi andal agar energi dapat sampai ke daerah tujuan secara aman dan tepat waktu,” ujar Wisnu.
KAI juga memperkuat sinergi bersama Pertamina Group, pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan menjaga kelancaran rantai pasok energi serta mendukung sistem logistik nasional dan perekonomian daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....