Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali, Tindak Lanjuti Misi Dagang Shanghai

  • 06 Agt 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melepas ekspor 3,5 ton salak organik dari PT Bali Organik Subak ke Tiongkok sebagai komitmen bisnis hasil Misi Dagang Indonesia ke Shanghai.
  • Pelepasan ekspor dilaksanakan di The Keranjang Bali, Kabupaten Badung, pada Kamis 6 Agustus 2026 dengan nilai awal USD 13 ribu atau setara Rp232,93 juta.
  • Ekspor salak Bali ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan perdagangan bilateral dengan Tiongkok dan membuka akses pasar internasional bagi produk pertanian organik Indonesia.

RRI.CO.ID, Badung - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melepas ekspor 3,5 ton salak produksi PT Bali Organik Subak (BOS) ke Tiongkok. Komitmen bisnis tersebut dicapai dalam Misi Dagang Indonesia ke Shanghai pada Mei 2026.

Pelepasan ekspor dilaksanakan di The Keranjang Bali, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 6 Agustus 2026. Nilai ekspor tahap awal tersebut mencapai USD13 ribu atau setara Rp232,93 juta.

"Pelepasan ekspor 3,5 ton salak bukti produk lokal Indonesia memiliki kualitas dan daya saing menembus pasar internasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa setiap upaya promosi dan diplomasi perdagangan harus bermuara pada transaksi yang memberikan manfaat," ujar Wamendag Roro.

Roro mengungkapkan keberhasilan tersebut mencerminkan meningkatnya daya saing komoditas unggulan Indonesia di pasar global. Ia menyebut Tiongkok naik dari peringkat ketiga pada 2024 menjadi pasar utama ekspor salak Indonesia pada 2025.

Roro optimistis Bali memiliki potensi besar menjadi salah satu motor penggerak ekspor nasional. Menurutnya, Bali memiliki beragam produk unggulan, mulai dari komoditas pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, fesyen, hingga kerajinan.

"Kami ingin membangun narasi baru bahwa Bali bukan sekadar destinasi wisata dunia. Bali juga harus dikenal sebagai etalase produk unggulan Indonesia sekaligus gerbang bagi lebih banyak produk nasional," kata Roro.

Pendiri PT BOS A.A. Gede Wedhatama P. mengatakan ekspor ke Tiongkok merupakan tindak lanjut Misi Dagang Indonesia ke Shanghai Mei 2026. Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dalam membuka akses pasar bagi salak Bali.

"Melalui misi dagang tersebut, kami dapat bertemu langsung dengan buyer, mencapai kesepakatan bisnis, dan akhirnya merealisasikan ekspor ke Tiongkok. Ke depan, kami berharap Kemendag terus membuka akses pasar baru melalui Misi Dagang ke berbagai negara," ujar Gung Wedha.

Lebih lanjut, Roro menegaskan keberhasilan ekspor tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah membuka akses pasar melalui diplomasi perdagangan, pelaku usaha menjaga kualitas produk, sedangkan asosiasi dan mitra strategis memperkuat jejaring bisnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....