KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk selama Januari-Juli 2026
- 05 Agt 2026 23:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI telah mengangkut sebanyak 13.920 ton pupuk selama periode Januari hingga Juli 2026.
- Pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.
- Distribusi pupuk yang lancar menggunakan kereta api membantu memperkuat rantai pasok dan ketahanan pangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 13.920 ton pupuk sepanjang Januari hingga Juli 2026. Capaian volume angkutan tersebut meningkat sebesar 2,43 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
Lonjakan pengiriman bulanan tercatat pada Juli 2026 yang mampu mencapai volume sebesar 1.800 ton pupuk. Perusahaan BUMN ini merilis data pencapaian distribusi logistik tersebut pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas beras menjadi pendorong utama terhadap kenaikan laju inflasi nasional tersebut. Pengendalian harga pangan pokok membutuhkan kerja sama dari ketersediaan sarana produksi hingga penyaluran kepada masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pentingnya peran distribusi pupuk bagi pertanian. Keberadaan pupuk yang tepat waktu membantu para petani dalam menjaga tingkat produktivitas lahan garapan.
“Perhatian masyarakat terhadap harga beras perlu dijawab melalui kerja yang terukur dari hulu hingga hilir. KAI mengambil peran pada sisi logistik dengan menjaga pelayanan angkutan pupuk agar rantai distribusi sarana pertanian berjalan lancar, aman, dan memiliki kepastian jadwal,” ujar Anne.
Pemerintah telah mengalokasikan pupuk bersubsidi dengan total kuota sebesar 9,55 juta ton pada 2026. Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tersebut telah mencapai angka 54,28 persen hingga 25 Juni 2026.
Penurunan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sekitar 20 persen dilakukan demi menekan biaya produksi petani. Pemerintah juga mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan untuk menjaga daya beli.
Anne menyatakan bahwa kebijakan penyediaan pupuk harus didukung oleh jaringan transportasi logistik yang sangat andal. Kereta api memiliki kapasitas angkut besar serta mampu melayani pengiriman barang secara massal dan konsisten.
“Sinergi pemerintah, BUMN, produsen pupuk, pelaku logistik, pemerintah daerah, dan kelompok tani diperlukan agar pupuk tersedia sesuai kebutuhan. KAI siap menjalankan tugas pada rantai logistik melalui pengelolaan perjalanan yang mengutamakan keselamatan dan keandalan,” kata Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya angkutan pupuk dalam ketahanan pangan. Kestabilan pasokan beras sangat dipengaruhi oleh faktor musim, produktivitas lahan, biaya produksi, serta kelancaran distribusi.
“KAI memahami bahwa beras berada di meja makan jutaan keluarga setiap hari. Di balik proses tersebut terdapat petani yang menyiapkan lahan, pekerja yang menjaga produksi, dan banyak pihak yang memastikan distribusi berjalan. Setiap perjalanan pupuk yang KAI layani membawa tanggung jawab untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan Indonesia,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....