Investasi KAI dan INKA Capai Rp14,88 Triliun untuk Sarana

  • 28 Jul 2026 00:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mengalokasikan dana investasi mencapai Rp14,88 triliun bersama PT Industri Kereta Api (INKA).
  • Kerja sama kedua perusahaan mencakup pengadaan ratusan unit kereta penumpang hingga armada angkutan barang.
  • Layanan LRT Jabodebek mencatatkan lonjakan pengguna hingga mencapai 16.018.911 pelanggan pada Semester I 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendanai investasi sarana dengan PT Industri Kereta Api (INKA) Rp14,88 triliun. Laporan nilai kontrak pengadaan tersebut disampaikan oleh manajemen Badan Usaha Milik Negara ini pada Senin, 27 Juli 2026.

Pengadaan sarana melingkupi rincian unit kereta api penumpang, angkutan perkotaan, serta armada pengangkut barang. Sektor angkutan barang di Sumatra Selatan mendapat jatah armada berupa 1.125 unit gerbong datar.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan penjelasan resmi mengenai kerja sama pengadaan sarana. Pengadaan kereta Stainless Steel New Generation menyerap dana investasi sebesar Rp5,5 triliun untuk 612 unit.

“Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional,” ujar Anne.

Anne memaparkan bahwa sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada pihak KAI sesuai jadwal produksi. Satu rangkaian cadangan saat ini sedang menjalani tahapan persiapan teknis sebelum resmi beroperasi penuh.

“Sebanyak 39 rangkaian Stainless Steel New Generation produksi INKA telah digunakan dalam pelayanan. Pembaruan ini dilakukan secara bertahap agar kualitas perjalanan dan kesiapan sarana dapat terus terjaga,” kata Anne.

Investasi pengadaan sarana Commuter Line baru dan program retrofit mencatatkan total anggaran Rp4,07 triliun. Pengadaan 16 rangkaian baru menyerap biaya Rp3,83 triliun dan dua retrofit bernilai Rp238,63 miliar.

Pengadaan sebanyak 31 rangkaian LRT Jabodebek menelan nilai kontrak sekitar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun. LRT Jabodebek berhasil melayani 16.018.911 pelanggan atau tumbuh 22,84 persen pada Semester I 2026.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan terhadap industri perkeretaapian nasional. Pengadaan sepuluh unit kereta luxury bernilai Rp161,16 miliar turut memperkuat fasilitas sarana angkutan penumpang.

“Kepercayaan kepada industri nasional dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi dalam memenuhi komitmen. KAI Group berharap kolaborasi bersama INKA terus menghasilkan sarana yang aman, andal, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik dan logistik nasional,” kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....