Pertemuan Bisnis Indonesia-Tiongkok Hasilkan Kesepakatan Senilai 2 Miliar Dolar
- 24 Jul 2026 13:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertemuan antara delegasi bisnis Tiongkok dan Indonesia menghasilkan kesepakatan bisnis senilai 2 miliar dolar AS
- Sebanyak 30 perusahaan Tiongkok yang hadir bergerak di bisnis teknologi masa depan, inovasi teknologi, energi terbarukan, hingga bidang kesehatan
- APINDO menekankan pentingnya kerja di bidang pelatihan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan SDM sektor teknologi tinggi
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertemuan antara delegasi bisnis Tiongkok dan Indonesia menghasilkan kesepakatan bisnis senilai 2 miliar dolar AS. Kesepakatan bisnis itu tercapai dalam agenda "Meeting of the Indonesia-China Business Delegation" di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Pertemuan tersebut dipimpin Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun. Dihadiri wakil kementerian terkait, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan pelaku usaha yang datang langsung dari Tiongkok.
"Kurang lebih 30 perusahaan dari Tiongkok hadir dalam forum bisnis ini. Hasilnya sejumlah kerjasama dan kesepakatan bisnis nilainya sekitar 2 miliar dolar AS," kata Dubes Djauhari dalam keterangan pers usai pertemuan.
Perusahaan Tiongkok yang hadir bergerak di bisnis teknologi masa depan, inovasi teknologi, energi terbarukan, hingga bidang kesehatan. Indonesia membuka peluang kerja sama yang lebih serta investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dengan Tiongkok.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani menyatakan pelaku usaha Indonesia siap bermitra dengan pelaku usaha Tiongkok. Menurutnya, banyak peluang usaha di Indonesia yang bisa membawa lebih banyak lagi investor dari Tiongkok.
"Di sisi lain, investasi dari Tiongkok yang sudah ada di Indonesia juga perlu kita kawal. Ini adalah kesempatan kita untuk melihat peluang dan mengatasi tantangan bisnis dan investasi ke depan," ujar Shinta.
Dia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Tiongkok untuk meningkatkan skill sumber daya manusia di Indonesia. Terutama untuk sektor-sektor industri digital, misalnya industri semikonduktor.
"Karena untuk sektor teknologi tinggi, kita membutuhkan tenaga kerja yang mumpuni. Sehingga tenaga kerja yang dihasilkan siap pakai untuk mengembangkan industri-industri baru," ucap Shinta.
Tiongkok merupakan negara mitra Indonesia yang utama baik dalam perdagangan maupun investasi. Nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok tahun ini hingga bulan Juni sudah mencapai lebih dari 100 miliar dolar.
Bahkan menurut data kepabeanan Tiongkok, saat ini Indonesia sudah membukukan surplus perdagangan sebesar 5,6 miliar dolar AS. Sedangkan realisasi investasi Tiongkok jika digabungkan dengan Hong Kong pada bulan Juni 2026, sudah mencapai 10 miliar dolar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....