KAI dan INKA Mulai Integrasi Perkuat Industri Kereta Api

  • 21 Jul 2026 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT KAI dan PT INKA resmi memulai proses integrasi strategis untuk memperkuat ekosistem industri perkeretaapian nasional dengan menyelaraskan kebutuhan sarana kereta api dan kapasitas manufaktur dalam negeri.
  • Kick-off integrasi KAI dan INKA diselenggarakan di Ballroom Jakarta Railway Center pada Selasa, 21 Juli 2026 dengan kehadiran jajaran Danantara Asset Management, direksi kedua perusahaan, dan konsultan.
  • Sinergi antara KAI dan INKA diharapkan dapat mengoptimalkan ekosistem industri perkeretaapian dan meningkatkan daya saing manufaktur kereta api Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) resmi memulai proses integrasi strategis. Dalam rangka memperkuat ekosistem industri perkeretaapian nasional.

Sinergi ini diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan sarana kereta api. Dengan kapasitas industri manufaktur dalam negeri.

Langkah awal integrasi ditandai Kick-Off Integrasi KAI dan INKA di Ballroom Jakarta Railway Center, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. Acara dihadiri jajaran Danantara Asset Management, direksi KAI dan INKA, tim Project Management Office (PMO) dan konsultan.

"Seluruh pimpinan perlu memiliki visi yang sama, membangun nilai bersama, dan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai orientasi utama. KAI dan INKA harus menjadi satu tim yang saling menghormati kompetensi masing-masing," ujar Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management, Desty Arlani, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menambahkan kepemimpinan, kepercayaan, dan budaya kerja menjadi fondasi penting agar integrasi berjalan efektif. Setiap keputusan yang diambil diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, perusahaan, pemegang saham, hingga negara.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan integrasi membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api nasional. Menurutnya, kebutuhan sarana kereta api ke depan membutuhkan perencanaan yang lebih terhubung antara operator dan produsen.

"Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras," kata Bobby dalam keterangan kepada RRI.co.id .

KAI memproyeksikan kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL) hingga 2040 mencapai sekitar 156 rangkaian. Angka tersebut belum termasuk kebutuhan kereta rel diesel, kereta api jarak jauh, lokomotif, maupun sarana angkutan barang.

Menurut Bobby, proyeksi tersebut menunjukkan besarnya peluang bagi industri manufaktur nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi. Integrasi juga diharapkan menciptakan kepastian kebutuhan sarana sekaligus memperkuat kualitas produk dalam negeri.

Ia menilai sejumlah negara dengan industri kereta api maju telah menerapkan hubungan yang erat antara operator dan perusahaan manufaktur. Model tersebut dinilai mampu mempercepat pengembangan teknologi, standardisasi produk, serta perencanaan produksi jangka panjang.

"KAI sangat mendukung integrasi ini karena dampaknya berkaitan langsung dengan layanan masa depan. Semakin kuat industri manufaktur nasional, semakin besar kemampuan kita menyediakan sarana yang aman, andal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Bobby menambahkan manufaktur akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem bisnis KAI. Integrasi juga diharapkan meningkatkan daya saing produk kereta api buatan Indonesia di masa mendatang.

KAI mencatat jumlah pelanggan KAI Group Semester I 2026 mencapai 258,99 juta pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan mobilitas tersebut dinilai harus diimbangi dengan kesiapan kapasitas sarana agar keselamatan dan kualitas layanan tetap terjaga.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA (Persero), Bambang Jatmika menyebut kegiatan kick-off menjadi tonggak penting dari proses integrasi. Integrasi akan mempertemukan pengalaman KAI dalam operasional dengan kemampuan INKA di bidang desain, rekayasa, dan produksi sarana kereta api.

"Integrasi ini menjadi bagian dari cita-cita membangun industri kereta api nasional yang kuat. KAI dan INKA memiliki peran yang saling berkaitan, mulai dari pemetaan kebutuhan sarana hingga produksi yang mendukung pelayanan kepada masyarakat," kata Bambang.

Menurutnya, koordinasi yang semakin erat akan membantu menyelaraskan proyeksi kebutuhan, perencanaan produksi, pengujian, proses serah terima, hingga pengembangan teknologi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat industri manufaktur kereta api nasional sekaligus menghadirkan sarana yang lebih aman, andal, dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....