Indonesia Tawarkan Potensi Kawasan Industri pada Investor Rusia
- 13 Jul 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perindustrian menyatakan kawasan industri memainkan peran penting dalam transformasi industri nasional melalui ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.
- Sepanjang 2025, kawasan industri Indonesia menarik investasi Rp6.744,58 triliun dengan pertumbuhan 9,26 persen dan menyerap 2,35 juta tenaga kerja.
- Kendal Special Economic Zone menjadi contoh kawasan industri dengan pertumbuhan tercepat, mencatat investasi kumulatif Rp187,05 triliun dan menyerap lebih dari 76 ribu tenaga kerja hingga 2025.
- Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu perusahaan dengan pengembangan melalui kawasan berteknologi tinggi, hilirisasi, hemat air, dan kawasan padat karya strategis.
- Harmonisasi regulasi Indonesia dan Rusia menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang mencakup investasi, transfer pengetahuan, dan pengembangan kapasitas kawasan industri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menawarkan potensi kawasan industri nasional kepada investor Rusia dalam ajang INNOPROM 2026. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan kawasan industri menjadi strategi mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional.
"Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah," ujar Agus dalam keterangan yang dikutip RRI, Senin, 13 Juli 2026.
Sepanjang 2025, kawasan industri Indonesia menarik investasi Rp6.744,58 triliun, tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kawasan industri tersebut juga menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.
Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy mengatakan harmonisasi regulasi Indonesia dan Rusia menjadi fondasi iklim investasi kawasan industri kondusif. Menurutnya, dialog menjadi landasan kemitraan jangka panjang mencakup investasi, transfer pengetahuan, dan pengembangan kapasitas kawasan industri.
"Harmonisasi regulasi Indonesia dan Rusia menjadi kunci memastikan investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan. Kami berharap dialog ini menjadi landasan kemitraan jangka panjang melalui investasi, transfer pengetahuan, dan pengembangan kapasitas kawasan industri," ujar Tri.
Diskusi tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, asosiasi kawasan industri, Indonesia dan Rusia membahas peluang investasi, pengembangan kawasan industri internasional. Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu perusahaan atau tenan.
Pengembangan kawasan industri dilakukan melalui kawasan berteknologi tinggi, hilirisasi, hemat air, serta kawasan padat karya strategis. Pemerintah menawarkan insentif fiskal dan nonfiskal berupa kemudahan perizinan, HGBT, restrukturisasi mesin, insentif perpajakan, serta upah kompetitif.
Kementerian Perindustrian mencontohkan Kendal Special Economic Zone sebagai kawasan industri dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Hingga 2025, kawasan tersebut mencatat investasi kumulatif Rp187,05 triliun dan menyerap lebih dari 76 ribu tenaga kerja.
Kendal SEZ menampung 142 badan usaha berbagai negara dengan sektor fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika dominan. Pengembangan Ecosystem Hub seluas 1.200 hektare diproyeksikan menyerap 250 ribu tenaga kerja dengan investasi Rp370 triliun.
Dialog tersebut melengkapi penandatanganan nota kesepahaman antara HKI dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia. Kesepahaman itu diharapkan memperkuat pengembangan kawasan industri, peningkatan investasi, serta pembentukan klaster industri internasional berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....