Access by KAI Layani 17.009.374 Transaksi Selama Semester I 2026

  • 09 Jul 2026 22:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatat 17.009.374 transaksi tiket melalui Access by KAI selama Semester I 2026.
  • Perusahaan melayani sebanyak 258.993.359 penumpang pada seluruh jaringan transportasi kelompok usaha KAI.
  • Aplikasi resmi tersebut memiliki 30.449.049 pengguna terdaftar hingga akhir bulan Juni 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 17.009.374 transaksi pembelian tiket melalui aplikasi digital. Volume transaksi digital tersebut setara dengan 76,34 persen dari total seluruh saluran penjualan tiket resmi.

Platform digital milik PT Kereta Api Indonesia tersebut melayani 24.544.468 pelanggan perjalanan kereta api. Jumlah pengguna layanan digital itu setara dengan 73,68 persen dari total volume pelanggan korporasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pengembangan ekosistem teknologi untuk kemudahan pelanggan. Total volume pelanggan pada seluruh saluran resmi penjualan tiket kereta api mencapai 33.313.364 orang.

“Access by KAI kami kembangkan sebagai ekosistem digital perjalanan kereta api. Pelanggan dapat mencari jadwal, memesan tiket, melakukan pembayaran, mengelola tiket, hingga mendapatkan informasi perjalanan melalui satu aplikasi resmi KAI,” ujar Anne.

KAI merilis data tersebut secara resmi di Jakarta pada hari Kamis, 9 Juli 2026. Laporan berkala itu menunjukkan pertumbuhan positif mobilitas pelanggan selama enam bulan pertama tahun berjalan.

Secara kumulatif, KAI Group melayani sebanyak 258.993.359 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Pencapaian tersebut tumbuh dari total periode Semester I tahun lalu yang sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Layanan kereta api jarak jauh dan lokal mencatat volume angkutan sebesar 29.858.267 orang pelanggan. Sementara itu, anak usaha KAI Commuter melayani total sebanyak 204.151.200 pelanggan selama semester pertama.

Selanjutnya, angkutan kereta ringan LRT Jabodebek melayani sebanyak 16.018.911 pelanggan sepanjang enam bulan pertama. Layanan kereta cepat Whoosh juga berkontribusi dengan mengangkut sebanyak 2.938.834 pelanggan pada periode tersebut.

Untuk kereta Makassar Pare-Pare tercatat melayani sebanyak 172.011 pelanggan pada paruh pertama tahun ini. Kemudian layanan KAI Bandara melayani sebanyak 3.482.897 pelanggan serta KAI Wisata sebanyak 164.743 orang.

Aplikasi tersebut memudahkan pembelian tiket untuk kereta antarkota, kereta lokal, hingga kereta cepat Whoosh. Selain itu, tersedia fitur kereta sambungan untuk membantu masyarakat merencanakan rute perjalanan secara praktis.

Masyarakat kini dapat melakukan pembatalan serta mengubah jadwal perjalanan secara mandiri melalui aplikasi tersebut. Fasilitas tiket elektronik juga dihadirkan untuk mempermudah proses pemeriksaan penumpang di area stasiun kereta.

Layanan digital tersebut juga dilengkapi fitur penunjang seperti pelacakan langsung dan pemesanan makanan kereta. Selain itu, terdapat peta kursi khusus wanita untuk meningkatkan aspek kenyamanan selama perjalanan berlangsung.

Kumulatif pengguna terdaftar pada aplikasi tersebut tercatat mencapai sebanyak 30.449.049 user hingga akhir Juni. Sedangkan jumlah total unduhan aplikasi resmi itu kini telah menembus angka sebanyak 41.011.320 unduhan.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen berkelanjutan dalam peningkatan kualitas layanan digital. Perusahaan mencatat sebanyak 9.058.935 pengguna aktif serta 4.893.743 anggota kategori premium pada aplikasi.

“Access by KAI akan terus kami perkuat sebagai ekosistem perjalanan kereta api yang mudah digunakan, informatif, aman, dan dekat dengan kebutuhan pelanggan. KAI akan terus melakukan perbaikan layanan secara bertahap agar pengalaman pelanggan semakin baik sejak merencanakan perjalanan hingga tiba di tujuan,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....