Kolaborasi Bank dan Fintech Dinilai Perluas Akses Kredit Masyarakat

  • 06 Jul 2026 13:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kolaborasi antara industri perbankan dan perusahaan teknologi finansial atau fintech dinilai mampu memperluas akses kredit bagi masyarakat. Sinergi tersebut juga menjadi salah satu strategi mempercepat pencapaian target inklusi keuangan nasional.

Wakil Direktur Utama OK Bank Indonesia, Hendra Lie mengatakan, kolaborasi lintas sektor kini menjadi elemen penting dalam mendukung inklusi keuangan nasional. Menurutnya, perkembangan layanan digital telah mendorong ekspektasi masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan yang lebih cepat, inklusif, dan praktis.

"Perkembangan pesat layanan digital saat ini secara nyata mendorong ekspektasi masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan yang jauh lebih cepat. Selain itu, inklusif dan praktis," kata Lie dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menilai kolaborasi dengan ekosistem digital, termasuk penyedia layanan paylater, merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat. Skema channeling juga memungkinkan platform digital terus berekspansi, sementara perbankan tetap berkontribusi melalui penyediaan dana secara pruden.

Selama ini, tantangan utama peningkatan inklusi keuangan di Indonesia masih berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur perbankan. Selain itu, jumlah masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal atau unbanked dan underbankedmasih cukup besar.

Namun, perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah menciptakan jembatan baru bagi sektor keuangan. Kolaborasi struktural antara perbankan dan platform fintech dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Salah satu model kerja sama yang kini semakin banyak diterapkan adalah skema channeling. Model pembiayaan tersebut mempertemukan kekuatan likuiditas perbankan dengan kemampuan penetrasi teknologi yang dimiliki perusahaan digital.

Dalam skema tersebut, perbankan berperan sebagai penyedia dana utama atau lender dengan kapasitas permodalan besar. Sementara itu, platform digital bertindak sebagai agen penyalur yang memanfaatkan teknologi dan data pengguna untuk menjangkau nasabah baru.

Sinergi tersebut memungkinkan proses pengajuan hingga pencairan pembiayaan berlangsung lebih cepat dan praktis. Masyarakat pun dapat mengakses layanan kredit tanpa harus datang langsung ke kantor cabang perbankan.

Merespons perubahan lanskap industri keuangan, sektor perbankan mulai mengintegrasikan struktur pembiayaannya dengan ekosistem ekonomi digital. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga relevansi bisnis sekaligus mendiversifikasi portofolio penyaluran kredit.

Salah satu bank yang mengadopsi skema tersebut adalah OK Bank Indonesia melalui kemitraan strategis dengan layanan finansial digital termasuk SPayLater. Kolaborasi itu, lanjut Lie, diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan secara lebih terukur dan tepat sasaran.

Meski menjanjikan percepatan penyaluran kredit kolaborasi tersebut tetap harus dijalankan dengan manajemen risiko yang kuat. Keberlanjutan ekosistem pembiayaan digital sangat bergantung pada transparansi informasi dan penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab.

"Selain itu perluasan akses kredit juga harus diiringi dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Dengan perpaduan inovasi teknologi dan pengawasan kualitas kredit yang ketat kolaborasi bank dan fintech diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan." ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....