BP Tapera Tetapkan Kriteria Driver Gojek Penerima KPR Subsidi
- 03 Jul 2026 22:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BP Tapera dan Gojek Kerja Sama “Program Perumahan bagi Mitra Driver Gojek”
- BP Tapera tetap akan menjalankan proses verifikasi dan penilaian kelayakanterhadap setiap calon penerima manfaat agar bantuan pembiayaan tepat sasaran
- Pengemudi Gojek yang ingin mendapatkan fasilitas KPR ini juga harus memenuhi kriteria usia 21-45 tahun. Tingkat kinerja dalam penyelesaian trip, serta waktu aktif/ jam online dalam satu bulan juga jadi penilaian
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sudah menandatangani kerja sama dengan dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Kerja Sama itu berupa “Program Perumahan bagi Mitra Driver Gojek” yang akan berlangsung hingga tahun 2027.
Dalam program tersebut, BP Tapera memberikan kemudahan bagi para driver Gojek untuk memiliki rumah bersubsidi melalui KPR. Selain suku bunga tetap sebesar 0 persen, BP Tapera juga memberikan fasilitas uang muka nol persen.
“BP Tapera tetap akan menjalankan proses verifikasi dan penilaian kelayakanterhadap setiap calon penerima manfaat. Hal itu dilakukan untuk memastikan bantuan pembiayaan tepat sasaran,” kata Deputi Komisioner bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Pengemudi Gojek yang ingin mendapatkan fasilitas KPR ini juga harus memenuhi kriteria usia 21-45 tahun. Tingkat kinerja dalam penyelesaian trip, serta waktu aktif/ jam online dalam satu bulan juga jadi penilaian.
Kriteria lainnya adalah, calon penerima manfaat juga harus masuk dalam katagori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain itu, belum pernah memiliki rumah.
“BP Tapera akan melakukan verifikasi dan pengecekan data terhadap Mitra Driver Gojek yang mendaftar. Hasil verifikasi menjadi dasar dalam menentukan kelayakan calon penerima manfaat untuk mengikuti proses pembiayaan perumahan,” ujar Sid.
Mitra Driver Gojek yang lolos verifikasi dan memenuhi ketentuan perbankan, dapat mengajukan KPR Subsidi FLPP. Mereka tidak perlu menyediakan uang muka, sehingga proses menuju kepemilikan rumah pertama menjadi lebih ringan dan terjangkau.
Menurut Sid, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kemudahan akses pembiayaan. Tapi juga pada peningkatan literasi keuangan para penerima manfaat.
“Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik kepada pengemudi maupun anggota keluarganya. Mereka perlu memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak dan mengurangi pengeluaran yang tidak produktif,” ujar Sid.
Penerima manfaat, juga harus dapat menjaga kualitas kredit agar tetap memenuhi persyaratan pembiayaan perumahan. Karenanya, dalam kerja sama program ini, juga tercantum kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi para driver Gojek.
BP Tapera hingga 2 Juli 2026, telah merealisasikan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 93.339 unit rumah. Nilai pembiayaannya mencapai Rp11,60 triliun.
Dari jumlah tersebut, penerima manfaat terbesar berasal dari kelompok pekerja swasta sebanyak 61.126 unit (65,49 persen). Diikuti oleh kelompok wiraswasta sebanyak 15.890 unit (17,02 persen).
Penyaluran FLPP ke Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 7.643 unit (8,19 persen) Sedangkan penyaluran ke TNI/Polri sebanyak 1.394 unit (1,49%).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....