Membuka Jalan untuk Difabel, PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes

  • 24 Jun 2026 18:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Brebes - Kesempatan untuk hidup mandiri dan memperoleh pekerjaan yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas. Padahal, mereka memiliki potensi yang sama untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat luas.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas masih relatif rendah di Indonesia. Keterbatasan akses pelatihan dan kesempatan kerja menjadi salah satu faktor yang menghambat kemandirian ekonomi.

Di tengah tantangan tersebut, berbagai upaya pemberdayaan terus dilakukan untuk membuka akses yang lebih setara. Semangat itu menjadi landasan Program Vokasi Disabilitas yang digelar PT Permodalan Nasional Madani atau PNM.

Kegiatan tersebut diselenggarakan PNM Cabang Tegal bersama Mandiri Taspen di Gedung Islamic Center Brebes. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan bagi kelompok rentan memperoleh keterampilan dan peluang ekonomi.

Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel Kabupaten Brebes dan wilayah sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan menjahit.

Pelatihan tersebut menggunakan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia.

Selama lima hari, peserta akan mendapatkan pembekalan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri. Materi pelatihan dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta agar lebih siap memasuki pasar kerja.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta juga berkesempatan mengikuti proses penempatan kerja pada perusahaan industri sepatu. Perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Brebes dan membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.

Program ini sejalan dengan semangat pemberdayaan yang selama ini dijalankan PNM kepada masyarakat prasejahtera. PNM terus berupaya memperluas manfaat program agar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Jika sebelumnya dikenal melalui pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha ultra mikro, kini cakupannya diperluas. PNM juga menghadirkan akses peningkatan kapasitas bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang setara.

Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar ruang untuk mempelajari keterampilan baru yang bermanfaat. Program tersebut juga menghadirkan harapan baru untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan produktif.

“Selama ini kami sering merasa kesempatan kerja itu terbatas dan tidak mudah untuk diakses,” ujar peserta, Selasa, 23 Juni 2026. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh ilmu baru sekaligus kepercayaan diri untuk bekerja dan berkarya.

Peserta berharap pelatihan tersebut dapat membuka jalan menuju pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Mereka juga berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pekerjaan yang diperoleh nantinya.

Pemimpin PNM Cabang Tegal, Sutanto, mengatakan pemberdayaan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses kesempatan kerja yang layak.

“Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat, Program ini dirancang untuk membantu peserta memperoleh keterampilan sekaligus peluang yang lebih luas,"

Sutanto berharap peserta tidak hanya mendapatkan kemampuan teknis yang dibutuhkan oleh dunia industri modern. Mereka juga diharapkan memiliki kepercayaan diri untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut dia, pemberdayaan yang inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pendekatan tersebut juga dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih terbuka bagi kelompok rentan.

Melalui kolaborasi ini, PNM dan Mandiri Taspen berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif. Kedua pihak ingin memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk berkembang secara berkelanjutan.

Di balik setiap keterbatasan, terdapat potensi yang dapat tumbuh ketika kesempatan dan dukungan diberikan. Program vokasi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....