Stasiun Gambir Layani 2,60 Juta Pelanggan selama Lima Bulan

  • 24 Jun 2026 23:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Stasiun Gambir melayani sebanyak 2,60 juta penumpang kereta api sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
  • PT Kereta Api Indonesia mencatat kenaikan jumlah pengguna jasa sebesar 11,95 persen dibandingkan periode sebelumnya.
  • Penyedia jasa terus melengkapi fasilitas digital dan premium demi meningkatkan rasa nyaman seluruh pelanggan kereta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Gambir melayani sebanyak 2.603.087 pelanggan kereta api jarak jauh sepanjang Januari hingga Mei 2026. Jumlah pergerakan tersebut tumbuh sebesar 11,95 persen dibandingkan dengan capaian pada periode sama tahun 2025.

Penumpang yang berangkat dari stasiun di Jakarta Pusat ini tercatat mencapai sebanyak 1.342.160 orang. Sementara itu, jumlah kedatangan pengguna jasa kereta api dilaporkan menyentuh angka sebesar 1.260.927 pelanggan.

Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan sejarah panjang stasiun tersebut. Sepanjang 2025, total pelanggan yang naik dan turun di tempat ini mencapai 5.990.911 orang.

“Stasiun Gambir adalah ruang perjalanan yang menyimpan banyak lapisan sejarah. Dari halte kecil di kawasan Koningsplein, berkembang menjadi stasiun besar, lalu bertransformasi menjadi stasiun layang modern yang sampai hari ini menjadi salah satu gerbang utama perjalanan kereta api jarak jauh,” ujar Anne.

Jejak rekam stasiun ini bermula pada tahun 1871 sebagai halte sederhana bernama Halte Koningsplein. Perhentian kecil tersebut kemudian berkembang menjadi Stasiun Weltevreden yang lebih permanen pada tahun 1884.

Bangunan stasiun mengalami perubahan desain arsitektur bergaya Art Deco pada sekitar periode tahun 1930-an. Kawasan di sekitar lokasi tersebut juga sangat lekat dengan berbagai pusat aktivitas publik masyarakat.

Pembangunan jalur rel layang rute Manggarai hingga Jakarta Kota mulai dikerjakan akhir tahun 1980-an. Bangunan baru stasiun bergaya atap joglo khas tersebut akhirnya resmi dioperasikan pada 5 Juni 1992.

Anne menambahkan bahwa perkembangan stasiun juga disesuaikan dengan pola layanan bagi para pelanggan kereta. Fokus operasional stasiun kini dialihkan khusus melayani keberangkatan serta kedatangan perjalanan kereta jarak jauh.

“Transformasi Gambir menunjukkan bahwa stasiun selain tempat naik dan turun pelanggan, juga menjadi bagian dari cara kota menata mobilitas. Ketika layanan semakin mudah, perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, aktivitas ekonomi ikut terdorong, dan pusat kota semakin terhubung dengan berbagai daerah,” kata Anne.

Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendukung demi kepuasan seluruh pengguna jasa. Penyediaan fasilitas ruang tunggu premium dan penginapan transit disiapkan untuk menambah kenyamanan para penumpang.

“Bagi sebagian orang, Gambir adalah awal perjalanan kerja. Bagi yang lain, Gambir adalah jalan pulang ke keluarga. Ada juga yang datang untuk berwisata, menghadiri agenda penting, atau menjemput orang terdekat. Karena itu, KAI terus menjaga agar pengalaman pelanggan di Stasiun Gambir terasa aman, tertib, bersih, mudah dipahami, dan nyaman,” ujar Anne.

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya mengimbau agar para penumpang merencanakan perjalanan. KAI secara resmi menyatakan laporan perkembangan stasiun bersejarah tersebut pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

“Gambir telah melewati banyak zaman, tetapi perannya tetap sama yaitu menghubungkan pelanggan dengan tujuan, keluarga, pekerjaan, dan harapan. KAI akan terus merawat nilai sejarahnya, memperkuat layanannya, dan menjaga Gambir sebagai gerbang perjalanan yang membanggakan bagi Indonesia,” kata Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....