"Cangkir Barista" Terobosan BI Cetak Barista Standar Internasional
- 23 Jun 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BI menginisiasi program "Cangkir Barista" sebagai salah satu program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026
- Program "Cangkir Barista" bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri kopi dari hulu ke hilir. Peningkatan daya saing dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi internasional kepada para barista
- Melalui program 'Cangkir Barista' ini, setiap tahun BI menargetkan 400 barista tersertifikasi internasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) mengaku sedih karena jumlah barista tersertifikasi internasional di Indonesia ternyata masih sangat sedikit. Untuk itu, BI menginisiasi program "Cangkir Barista" sebagai salah satu program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026.
"Bapakmu ini sedih, kita semua di BI sedih, karena jumlah barista tersertifikas internasional di Indonesia masih sangat terbatas. masih sangat terbatas. Yang bikin kopi banyak, tapi tidak sertifikasi internasional," kata Gubernur Perry, saat 'Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu" di gedung BI Pusat di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, saat ini ada sekitar 923 ribu barista di Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 100 barista yang tersertifikasi internasional.
"Karena itulah, kenapa harus massal sertifikasi internasionalnya. Melalui program 'Cangkir Barista' ini, setiap tahun kita targetkan 400 barista tersertifikasi internasional," ujar Perry yang diam-diam juga belajar ilmu meracik minuman berbasis kopi dari ahli profesional.
Program "Cangkir Barista" bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri kopi dari hulu ke hilir. Peningkatan daya saing dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi internasional kepada para barista hingga pendampingan usaha membuka usaha kedai kopi.
Para barista ini diharapkan dapat mengembangkan ekosistem kopi. Mereka akan terhubung dengan para petani kopi dalam negeri dan importir kopi luar negeri.
Pengembangan ekosistem kopi menjadi salah satu program unggulan UMKM binaan BI. BI sudah berhasil membina barista-barista Indonesia sehingga mendapat penghargaan di luar negeri, antara lain di Atlanta, Boston hingga London.
Para barista itu sekaligus membawa harum nama Indonesia dan kopi-kopi dari Indonesia. "Itulah kenapa program ini kita pilih? karena kopi Indonesia luar biasa potensinya untuk menembus pasar global," ucap Perry.
Potensi pendapatan dari barista lanjut Perry, mencapai USD12,5 miliar. Sementara pertumbuhan gerai kopi mencapai 23,9 persen per tahun.
Program "Cangkir Barista" akan melewati tiga tahap, pertama pelatihan kewirausahaan, tahap kedua praktik dan evaluasi (sandboxing). "Tahap ketiga, kita pilih mana yang sudah mampu mandiri membuka kafe-kafe di seluruh Indonesia," ujar Perry.
BI hanya meminta para barista yang nanti berhasil, agar ikut membina para petani kopi dan menggunakan biji kopi dalam negeri. "Mereka punya kewajiban mendidik para petani, bagaimana cara memilih buahnya, cara mengeringkannya, cara kemudian memilah-milah kualitasnya," kata Perry lagi.
Dengan cara itu, para pelaku usaha kedai kopi atau baristanya, akan mendapatkan bahan baku kopi yang berkualitas. "Sehingga pengembangan ekosistem kopi dari hulu ke hilir dapat berjalan," ucap Perry dengan nada optimis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....