Menteri UMKM Genjot Ekosistem Wirausaha agar Bonus Demografi Tak Jadi Beban

  • 20 Jun 2026 22:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional
  • Kementerian UMKM bersama BPJPH tengah menyiapkan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500 ribu UMKM

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional. Hal ini agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia tidak berubah menjadi beban pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Maman saat membuka Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 yang digelar Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Acara tersebut diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurutnya, dominasi penduduk usia produktif menjadi peluang besar untuk menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang mampu menyerap tenaga kerja. Namun, potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh ekosistem usaha yang sehat dan inklusif.

“Saya mengapresiasi Komunitas Tangan Di Atas yang konsisten menyelenggarakan Pesta Wirausaha Nasional sejak 2007. Dan ini bisa sebagai ruang untuk memperkuat kemandirian wirausaha Indonesia,” ujar Maman, dalam keterangannya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Saat ini sekitar 68% penduduk Indonesia berada pada usia produktif dari total populasi lebih dari 287 juta jiwa. Pemerintah pun membidik peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,20% pada 2026 dan naik menjadi 3,60% pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian UMKM menyiapkan berbagai instrumen pendukung. Salah satunya melalui platform SAPA UMKM yang dirancang menjangkau sekitar 57 juta pelaku UMKM di Indonesia.

Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha dapat mengakses layanan pembiayaan, sertifikasi, perizinan berusaha, pelatihan, hingga informasi pengembangan usaha. Fitur community chat juga disediakan guna memperluas kolaborasi antarpelaku usaha dari berbagai daerah.

“Saya mengajak seluruh pengusaha UMKM bergabung ke SAPA UMKM. Saya optimistis platform ini akan terus dikembangkan sehingga semakin banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan mendukung pertumbuhan usaha,” kata Maman.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat peran 754 lembaga inkubator bisnis di berbagai wilayah. Salah satunya untuk mendampingi calon wirausaha, startup, hingga UMKM agar lebih inovatif dan kompetitif.

Di sisi lain, Kementerian UMKM bersama BPJPH tengah menyiapkan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500 ribu UMKM. Program ini diharapkan membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal sebelum batas pengajuan pada Oktober 2026.

“Kementerian UMKM siap hadir dalam setiap proses tumbuh kembang pengusaha UMKM agar semakin banyak usaha yang berkembang. Kemudian membuka lapangan kerja, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pesta Wirausaha Nasional 2026 sendiri berlangsung pada 20-21 Juni 2026 di Plenary Hall JICC dengan target kehadiran sekitar 15 ribu pengusaha UMKM . Agenda yang diusung meliputi pameran produk, talkshow inspiratif, hingga business matching untuk memperluas akses pasar dan peluang kemitraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....