KA Cikuray dan Kereta Petani Angkut Puluhan Ribu Pelanggan
- 19 Jun 2026 02:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut puluhan ribu penumpang menggunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang.
- Balai Yasa Manggarai dan Balai Yasa Surabaya Gubeng menciptakan inovasi penataan kursi gerbong untuk menampung lebih banyak pengguna.
- Pemerintah memberikan dukungan subsidi berupa tarif terjangkau bagi kelompok masyarakat produktif di berbagai daerah operasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 34.824 penumpang melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan. Program Public Service Obligation (PSO) tersebut menyasar rute antarkota guna mendorong produktivitas harian warga.
Selain itu, sebanyak 27.824 pelanggan tercatat menggunakan Kereta Petani-Pedagang pada lintas Rangkasbitung menuju Merak. Penguatan fasilitas transportasi murah tersebut bertujuan meningkatkan aksesibilitas para pelaku usaha mikro di daerah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan target dari penyediaan sarana kereta murah. Perusahaan negara ini merilis laporan kinerja tersebut di Jakarta pada hari Kamis, 18 Juni 2026.
“Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ujar Anne.
Uji coba awal Kereta Ekonomi Kerakyatan berlangsung pada relasi Stasiun Lempuyangan menuju Pasar Senen. Sebanyak 12.262 pelanggan memilih rute tersebut sedangkan perjalanan arah sebaliknya berhasil mencatatkan jumlah 12.136 orang.
Selanjutnya, KA Cikuray relasi Garut menuju Pasar Senen resmi menggunakan rangkaian kereta baru ini. Peluncuran tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Dalam kurun waktu sepekan layanan, armada KA Cikuray berhasil mengangkut total sebanyak 10.448 penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas 10.426 pelanggan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 22 pelanggan Kereta Petani-Pedagang.
Anne menyatakan bahwa respons masyarakat sangat tinggi terhadap pengoperasian gerbong murah berkapasitas besar ini. Volume angkutan KA Cikuray sendiri terus melonjak hingga mencapai angka 615.723 orang pada 2025.
“Angka ini menunjukkan masyarakat merespons positif Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak awal diperkenalkan. Polanya memperlihatkan bahwa layanan dengan kapasitas tempat duduk lebih besar dan tarif terjangkau dibutuhkan pelanggan pada masa puncak perjalanan maupun lintas harian produktif,” kata Anne.
Balai Yasa Manggarai mendesain ulang tata letak kursi penumpang menjadi 93 unit per gerbong. Sementara itu, Balai Yasa Surabaya Gubeng merancang fasilitas khusus pedagang dengan kapasitas 73 kursi.
Seorang pedagang lokal bernama Sumarni turut merasakan kegunaan nyata dari operasional kereta murah ini. Layanan kereta komuter tersebut berhenti pada sebelas stasiun untuk menunjang distribusi logistik pedagang kecil.
“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujar Sumarni.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen jangka panjang korporasi perkeretaapian. Evaluasi berkala terus berjalan guna menetapkan rute baru dengan mempertimbangkan potensi bangkitan ekonomi daerah.
“Rel menghubungkan orang dengan peluang. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, pedagang memiliki pilihan perjalanan, pekerja dapat mengakses pusat aktivitas, dan keluarga memperoleh transportasi terjangkau, maka kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....