Penyelenggaraan 38 Acara Daerah Putar Ekonomi Rp86 Miliar
- 18 Jun 2026 02:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyelenggarakan sebanyak 38 festival pariwisata daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
- Agenda pariwisata daerah tersebut berhasil menggerakkan nilai perputaran ekonomi sebesar Rp86,05 miliar.
- Program Karisma Event Nusantara menargetkan pelaksanaan sebanyak 125 agenda festival sepanjang tahun 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 38 program acara pariwisata daerah sukses mencatatkan nilai perputaran ekonomi sebesar Rp86,05 miliar. Agenda pariwisata unggulan tingkat daerah tersebut sukses menarik kunjungan sebanyak 1,19 juta orang wisatawan.
Pelaksanaan puluhan festival tersebut ikut melibatkan sebanyak 4.670 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ekonomi kreatif ini juga memberikan manfaat kesejahteraan bagi 30.873 orang tenaga kerja daerah.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, M. Qodari, menyampaikan perkembangan data tersebut pada Rabu, 17 Juni 2026. Laporan pencapaian itu dia jabarkan dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta.
"Hingga 15 Juni 2026, sebanyak 38 event telah terselenggara dengan capaian 1,19 juta pengunjung, perputaran ekonomi Rp86,05 miliar, keterlibatan 4.670 pelaku UMKM, serta manfaat bagi 30.873 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas," kata Qodari.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus menyokong agenda wisata melalui Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Sepanjang tahun 2025, program unggulan pariwisata tersebut sukses menggelar sebanyak 98 agenda festival daerah. Berbagai kegiatan besar tersebut tercatat berhasil memikat kehadiran sebanyak 10,80 juta orang total pengunjung.
Seluruh festival pariwisata tersebut sukses menghasilkan nilai perputaran ekonomi yang mencapai sebesar Rp17,01 triliun. Berbagai agenda ekonomi ini juga terbukti aktif melibatkan sebanyak 15.400 pelaku UMKM di daerah.
Kegiatan pariwisata ini juga memberikan dampak kesejahteraan bagi 219.100 tenaga kerja serta pekerja seni. Selain itu, sejumlah komunitas lokal juga tercatat mendapatkan manfaat langsung dari seluruh perhelatan festival.
Pemerintah berkomitmen terus menjaga momentum pertumbuhan ini dengan menetapkan target pembangunan sektor pariwisata nasional. Pemerintah menargetkan penyelenggaraan sebanyak 125 acara di 38 provinsi di Indonesia sepanjang tahun 2026.
Sektor pariwisata nasional terbukti terus menunjukkan kinerja yang sangat positif serta dinilai cukup resilien. Perkembangan positif tersebut semakin memperkuat peran pariwisata sebagai salah satu roda penggerak ekonomi nasional.
Industri pariwisata bukan hanya berfungsi sebagai sumber devisa utama bagi kas keuangan negara Indonesia. Pemerintah menegaskan bidang ini juga berperan penting sebagai instrumen pembangunan nasional yang sangat inklusif.
Qodari kemudian memaparkan nilai strategis dari sektor pariwisata terhadap kehidupan masyarakat luas di Indonesia. Sektor pariwisata ini juga tercatat sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional pemerintahan saat ini.
"Pariwisata merupakan salah satu pilar yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi desa, dan memperkuat identitas budaya bangsa. Karena itulah, sektor ini menjadi salah satu prioritas yang secara eksplisit tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," ujar Qodari.
Agenda strategis ini sejalan dengan pilar Asta Cita keenam dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini diharapkan mampu mengembangkan desa wisata menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi berbasis komunitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....