Program Gentengisasi Catat Komitmen Transaksi Rp3 Miliar
- 18 Jun 2026 01:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menginisiasi Program Gentengisasi di sentra usaha mikro, kecil, dan menengah Jatiwangi.
- Pemerintah mengalokasikan anggaran perbaikan rumah guna menyerap genteng lokal senilai sekitar Rp3 miliar.
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman memesan tambahan sepuluh truk genteng untuk pembangunan rumah prajurit.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Gentengisasi inisiasi Presiden Prabowo Subianto mencatat komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar di Majalengka. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk menyerap seluruh hasil produk buatan para perajin genteng setempat.
Pemerintah mengintegrasikan program tersebut ke dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Upaya perbaikan hunian ini menjadi bagian dari program prioritas nasional melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memberikan keterangan pers resmi di Jakarta. Ia menyampaikan rilis laporan resmi pembangunan perumahan tersebut pada hari Rabu, 17 Juni 2026.
“Program Gentengisasi merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya berfokus pada fisik hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Program ini diintegrasikan ke dalam skema BSPS (bedah rumah) dan masuk dalam Program Prioritas Nasional sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI,” ujar Qodari.
Kegiatan tersebut telah dimulai secara resmi di sentra industri Jatiwangi pada 11 Maret 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 14 truk pengangkut genteng lokal.
Seluruh armada kendaraan logistik tersebut mengangkut sekitar 75.000 buah genteng buatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat. Pemesanan pada tahap awal tercatat mencapai 24 truk sesuai komitmen transaksi yang disepakati bersama.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan perbaikan 250 unit rumah dengan anggaran belanja Rp500 juta. Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan perbaikan 1.715 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp1,5 miliar.
Melalui program bantuan perumahan swadaya, pemerintah pusat akan memperbaiki 900 rumah di wilayah tersebut. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penuh program perbaikan tersebut.
Qodari menegaskan bahwa komitmen pembelian tersebut bertujuan untuk terus memberdayakan sektor industri genteng lokal. Dukungan nyata terhadap program ini juga datang langsung dari beberapa pelaku usaha sektor swasta.
“Total seluruh komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai sekitar Rp3 miliar, yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM perajin genteng lokal,” katanya.
Ia menyebutkan keterlibatan aktif dari para pengembang perumahan bersubsidi dalam menyukseskan program strategis tersebut. Inisiatif ini dirancang agar pembangunan perumahan rakyat mampu secara nyata mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dua pengembang rumah subsidi yang sempat viral karena mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo, Angga dan Wawan, turut memesan masing-masing empat truk genteng dari UMKM Jatiwangi untuk proyek mereka di Bogor dan Serang,” ucap Qodari.
Langkah nyata kementerian juga ditunjukkan dengan pemesanan tambahan sepuluh truk genteng hasil produksi lokal. Pesanan khusus tersebut nantinya akan dialokasikan secara penuh guna membangun rumah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....