Harga Pertamax Naik, Pengemudi Ojol Masih Andalkan Pertalite

  • 16 Jun 2026 10:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebagian besar pengemudi ojek online tetap menggunakan Pertalite meski harga Pertamax meningkat.
  • Pengemudi menilai jumlah pesanan harian lebih menentukan pendapatan dibanding perubahan jenis bahan bakar.
  • Pengemudi berharap pemerintah dan aplikator memperkuat perlindungan serta kesejahteraan mitra.

RRI.CO.ID, Jakarta -Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) tetap menggunakan Pertalite, meski harga Pertamax meningkat belakangan ini. Pilihan tersebut membuat dampak langsung kenaikan bahan bakar non-subsidi, belum terasa bagi mereka sejauh ini.

Pengemudi roda dua lebih memprioritaskan keberlangsungan pesanan dibanding perubahan pilihan bahan bakar sehari-hari mereka. Biaya operasional tetap menjadi perhatian ketika pendapatan harian dirasakan semakin menurun belakangan ini oleh pengemudi.

Pada akhir pekan lalu di Depok, Jawa Barat, Abdulloh menyampaikan pandangannya mengenai kondisi operasional terkini. Dia menilai kenaikan Pertamax saat ini belum memengaruhi penggunaan bahan bakarnya untuk operasional harian secara langsung.

“Kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax saat ini belum berdampak signifikan, karena saya masih menggunakan pertalite. Tetapi kedepannya saya percaya bahwa akan ada dampaknya juga lama kelamaan,” kata Abdulloh dalam keterangan kepada RRI.co.id , Selasa, 16 Juni 2026.

Pengemudi berusia 40 tahun itu lebih sering menggunakan Pertalite untuk kebutuhan operasional sehari-hari kendaraan. Ia sesekali mencampurkan Pertamax agar performa sepeda motor tetap terasa lebih baik saat digunakan.

“Itu sangat penting, kalau misalkan orderan tidak sampai 10 orderan itu sangat disayangkan. Jadi sangat penting untuk mempertahankan jumlah orderan,” ujar Abdulloh, pengemudi ojol asal Depok.

Menurutnya, saat ini pendapatan tidak lagi setinggi beberapa tahun sebelumnya bagi pengemudi ojek online. Biaya bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran terbesar ketika pelanggan semakin sulit diperoleh sekarang.

Hal senada disampaikan pengemudi ojek online lainnya, Aziz yang menyatakan tetap menggunakan Pertalite untuk operasional sehari-hari kendaraannya. Penyesuaian harga Pertamax membuatnya mempertimbangkan pengeluaran bahan bakar lebih ketat dalam aktivitas harian berkendara.

Shelter Gojek Instant di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi pada 10 Juni 2026. Harga Pertamax RON 92 naik menjadi Rp16.250 per liter dari Rp12.300 sebelumnya setelah penyesuaian terbaru.

“Setelah harga Pertamax meningkat, saya merasa tidak lagi sanggup menggunakannya secara rutin sehingga lebih memilih mengantre Pertalite meskipun antrean panjang. Kondisi ini juga berdampak pada performa kendaraan yang saya rasakan tidak sebaik sebelumnya,” kata Aziz, pengemudi ojol.

Aziz lebih mengkhawatirkan kestabilan pesanan karena kondisi tersebut memengaruhi pendapatan keluarga sehari-hari secara langsung. Ia merasakan sedikit penurunan jumlah pesanan setelah kenaikan harga BBM Pertamax belakangan ini juga.

“Beberapa pelanggan yang sebelumnya cukup loyal mulai mencari alternatif lain, sehingga frekuensi pesanan tidak sebanyak sebelumnya.” ujar Aziz seraya berkeluh kesah.

Menurutnya menjaga jumlah pesanan tetap tinggi menjadi faktor penting bagi pengemudi untuk mempertahankan pendapatan. Ia berharap program apresiasi aplikator dipertahankan serta perlindungan kesejahteraan pengemudi diperkuat pemerintah ke depan.

“Saya berharap semakin banyak program yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mitra sehingga kami dapat terus bekerja dengan lebih tenang dan produktif,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....