KAI Sumsel Layani 2.315.580 Pelanggan dan 11,66 Juta Ton Barang
- 16 Jun 2026 00:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI Group mengangkut 2.315.580 pelanggan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Mei 2026.
- Layanan angkutan barang berhasil mendistribusikan sebanyak 11,66 juta ton berbagai komoditas ekonomi di daerah tersebut.
- Perusahaan terus mengoptimalkan peran rel bersejarah untuk memperkuat konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.
RRI.CO.ID, Palembang - Kereta Api Indonesia (KAI) Group melayani sebanyak 2.315.580 pelanggan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Layanan angkutan barang perusahaan transportasi tersebut mampu mengangkut hingga 11,66 juta ton berbagai komoditas.
KAI mencatat seluruh pencapaian operasional yang tinggi tersebut selama periode bulan Januari sampai Mei 2026. Konektivitas perkeretaapian ini menjadi komitmen nyata perseroan dalam mendukung arahan strategis Presiden Republik Indonesia.
Jaringan rel kereta api di wilayah bagian selatan Sumatera ini dibangun sejak era kolonial Belanda. Pembangunan jalur kereta ini dirintis pertama kali pada tahun 1914 oleh pihak Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen.
Perusahaan tersebut membuka jalur kereta Kertapati menuju Prabumulih sepanjang 78 kilometer pada 1 November 1915. Stasiun Kertapati kemudian berkembang menjadi pintu gerbang utama dalam menghubungkan mobilitas ekonomi masyarakat regional.
Jalur perkeretaapian Prabumulih menuju Gunung Megang secara resmi mulai beroperasi pada tahun 1916 silam. Rute rel tersebut kemudian dikembangkan hingga menjangkau kawasan tambang Muara Enim serta Tanjung Enim.
Pengembangan lintasan terus dilanjutkan menuju Lahat hingga mencapai wilayah paling ujung Lubuklinggau pada 1933. Jalur strategis ini melewati Tebing Tinggi serta Muara Saling untuk mempermudah distribusi logistik daerah.
Pengelolaan aset kereta tersebut beralih kepada pemerintah Indonesia melalui Djawatan Kereta Api (DKA) pascakemerdekaan. Infrastruktur rel ini terus berperan aktif dalam memperlancar mobilitas warga antardaerah di Sumatera bagian selatan.
KAI saat ini melayani rute KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau Pulang Pergi (PP). Layanan kereta api Rajabasa juga melayani rute perjalanan dari Kertapati menuju Tanjungkarang secara rutin.
Kereta penumpang Divisi Regional (Divre) III Palembang mengangkut sebanyak 500.563 pelanggan sejak awal tahun ini. Sementara itu, transportasi perkotaan Light Rail Transit (LRT) Sumsel telah melayani sebanyak 1.815.017 orang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan tentang potensi besar dari jalur rel bersejarah. Layanan kereta api perkotaan tersebut juga mempermudah akses penumpang menuju kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
“Rel di Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang sebagai penghubung masyarakat dan ekonomi daerah. Dengan kapasitas besar dan jaringan yang terhubung ke simpul produksi, kereta api membantu logistik lebih efisien, menjaga pasokan, serta mendukung harga yang lebih terkendali,” ujar Anne.
Komoditas utama angkutan barang tersebut mencakup batu bara, Bahan Bakar Minyak (BBM), serta bahan pulp. Pengangkutan berbagai macam komoditas industri ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat secara signifikan.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya berkomitmen memperkuat peran jaringan kereta api. Pihak perusahaan merilis data pencapaian operasional kereta api tersebut pada hari Senin, 15 Juni 2026.
“Dengan sejarah yang kuat dan kebutuhan mobilitas yang terus tumbuh, rel di Sumatera Selatan menjadi bagian penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan ekonomi, pusat layanan, dan simpul transportasi utama,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....