Penumpang KA Rajabasa Tumbuh 36 Persen pada Triwulan Pertama 2026

  • 19 Apr 2026 22:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jumlah pelanggan Kereta Api Rajabasa mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 221.406 orang sepanjang triwulan pertama tahun 2026.
  • Manajemen KAI melakukan penambahan rangkaian menjadi delapan kereta guna meningkatkan kapasitas angkut bagi seluruh pelanggan masyarakat.
  • Perjalanan KA Rajabasa melayani konektivitas wilayah Lampung menuju Palembang sebagai moda transportasi massal yang murah bagi warga.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan jumlah total penumpang Kereta Api Rajabasa mencapai 221.406 orang. Peningkatan okupansi moda transportasi umum itu mencapai 36,48 persen dibanding tahun lalu.

“Setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap orang. Ada yang berangkat untuk bekerja, berdagang, menempuh pendidikan, atau pulang ke rumah. Kereta api hadir di tengah itu semua, menghubungkan langkah-langkah yang terus berjalan setiap hari,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.

Masyarakat di wilayah Sumatra Selatan hingga Lampung sangat mengandalkan kereta api untuk melakukan kegiatan harian.PT KAI menambah jumlah rangkaian gerbong ekonomi dari semula lima menjadi delapan kereta.

Perubahan skema operasional itu bertujuan memberi ruang luas demi menjamin kenyamanan penumpang sepanjang waktu perjalanan. Tiket untuk rute terjauh Tanjung Karang menuju Kertapati dijual dengan harga terjangkau yakni Rp32.000.

Layanan transportasi tersebut melewati beberapa wilayah seperti Rejosari dan Tegineneng hingga daerah pertanian Bekri yang subur. Jalur rel kereta ini juga melewati pusat perdagangan di Kotabumi sebelum menuju wilayah Martapura serta Baturaja.

Penumpang dapat menikmati pemandangan berupa rumah panggung khas Lampung dan hamparan kebun dari dalam kereta. Wilayah industri energi Prabumulih menjadi salah satu titik pemberhentian penting sebelum rangkaian tiba di Kertapati.

Para penumpang bisa menemukan berbagai kebudayaan khas daerah setempat. Beberapa di antaranya seperti rumah limas serta beragam sajian kuliner pempek.

“Dalam satu perjalanan, kita bisa melihat banyak tujuan yang berbeda. Kereta api ini hadir untuk kita semua, digunakan bersama setiap hari, dan tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Dari situlah perjalanan ini menjadi bagian dari langkah kehidupan yang kita jalani,” ujar Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....