Kolaborasi Ruang Amal dan BMPK Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Rentan

  • 08 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Brebes – Ruang Amal Indonesia berkolaborasi dengan Baitul Maal Pupuk Kujang (BMPK) membuka peluang kerja bagi masyarakat rentan melalui program pelatihan vokasi. Program tersebut menyasar keluarga dhuafa agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

Pelatihan Siap Kerja Skema Operator Jahit Sepatu dan Pendampingan Penempatan Kerja Industri berlangsung pada 8–14 Juni 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Islamic Center Brebes, Jawa Tengah, dengan melibatkan lima puluh peserta dari berbagai daerah.

Sebanyak 45 peserta berasal dari Kabupaten Brebes, satu peserta dari Kabupaten Purbalingga, dan empat peserta dari Kabupaten Karawang. Mereka mengikuti program yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas akses menuju pekerjaan formal.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan pendampingan hingga proses rekrutmen dan penempatan kerja di industri.

CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, mengatakan pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh pekerjaan layak.

"Kemiskinan tidak cukup diatasi dengan bantuan sesaat. Dibutuhkan intervensi yang mampu meningkatkan kapasitas dan membuka akses terhadap sumber penghidupan yang berkelanjutan," ujar Slamet.

Ia menambahkan, melalui Program Amal Vokasi, peserta dibekali keterampilan yang dibutuhkan industri serta mendapatkan kesempatan kerja nyata. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Operasional BMPK, Dhimas Mukhlas Al Ghifari, menegaskan pentingnya program pemberdayaan yang berdampak jangka panjang. Menurutnya, dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen efektif dalam menciptakan kemandirian ekonomi.

"Kami berharap para peserta dapat meningkatkan taraf hidup mereka serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya," kata Dhimas.

Program tersebut juga mendapat apresiasi dari kalangan industri. Supervisor HR Recruitment PT Tah Sung Hung Brebes, Khris Tina, menyebut perusahaannya membutuhkan rata-rata tiga ribu tenaga kerja baru setiap bulan.

Menurutnya, program pelatihan seperti ini membantu menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil. Di sisi lain, program tersebut juga membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pelatihan teknis operator jahit sepatu, pembekalan kesiapan kerja, serta penguatan karakter. Peserta juga memperoleh pendampingan yang diarahkan pada proses rekrutmen dan penempatan kerja di sektor manufaktur.

Melalui skema tersebut, peserta diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk terserap ke dunia kerja formal. Program ini sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan masyarakat secara produktif.

Ruang Amal Indonesia dan BMPK berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Selain meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat, program ini juga diharapkan berkontribusi pada percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.[]

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....