Alumni MagangHub Wajib Tahu, Ada Sertifikasi BNSP Gratis dari Kemnaker
- 01 Jun 2026 13:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Alumni MagangHub yang ingin mengikuti sertifikasi harus melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu
- Kemnaker juga terus memperluas jangkauan Program MagangHub dengan target mencapai 150 ribu peserta pada 2026
- Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin lulusan MagangHub tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi jpengakuan formal atas kompetensi
RRI.CO.ID, Jakarta - Alumni Program Magang Nasional atau MagangHub kini memiliki kesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi secara gratis dari pemerintah. Program tersebut difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan pemagangan di dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi pelengkap penting selain sertifikat kelulusan program pemagangan. Sertifikasi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi bukti pengakuan resmi atas keterampilan yang dimiliki peserta.
"Pemerintah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program pemagangan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja," kata Yassierli dikutip dalam laman, kemnaker.go.id, Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Yassierli, alumni MagangHub yang ingin mengikuti sertifikasi harus melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu. Peserta dapat memilih salah satu dari 15 skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program magang.
Setelah proses pendaftaran selesai, peserta akan mengikuti uji kompetensi secara tatap muka. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan melalui 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada dalam jaringan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker di berbagai daerah.
"Setelah mendaftar secara online, pelaksanaan uji kompetensi dilakukan secara offline tatap muka. Tepatnya, di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi melalui jaringan UPTP Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah," ujarnya.
Sebanyak enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) menjadi lokasi pelaksanaan sertifikasi. Di antaranya, di Bandung, Bekasi, Makassar, Medan. Kemudian, Semarang, dan Serang.
Selain itu, terdapat 15 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di Ambon, Banda Aceh, dan Bandung Barat. Selanjutnya, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, dan Ternate.
Yassierli menegaskan seluruh proses sertifikasi bagi alumni MagangHub tidak dipungut biaya. Pemerintah berharap sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah yang memudahkan lulusan memperoleh pekerjaan sesuai kebutuhan industri.
"Sertifikasi tersebut menjadi bukti valid atas keterampilan yang dikuasai. Sehingga, memudahkan peserta untuk diserap oleh industri," katanya.
Kemnaker juga terus memperluas jangkauan Program MagangHub dengan target mencapai 150 ribu peserta pada 2026. Untuk mendukung kualitas lulusan, penyelesaian program pemagangan kini terintegrasi dengan proses sertifikasi kompetensi.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin lulusan MagangHub tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi jpengakuan formal atas kompetensi yang dimiliki. Dengan demikian, peluang mereka untuk bersaing dan terserap di pasar kerja diharapkan semakin besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....