KA Siliwangi Layani 457.890 Pelanggan Lintas Sukabumi-Cipatat
- 28 Mei 2026 22:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kereta Api Siliwangi melayani sebanyak 457.890 pelanggan pada lintas Sukabumi hingga Cipatat selama periode Januari sampai April tahun 2026.
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan tarif bersubsidi sebesar Rp5.000 melalui skema Public Service Obligation demi meringankan beban biaya perjalanan harian masyarakat.
- Kehadiran transportasi massal ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memudahkan akses masyarakat menuju pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, dan berbagai kawasan wisata sejarah.
RRI.CO.ID, Sukabumi - Kereta Api Siliwangi mengangkut sebanyak 457.890 pelanggan sepanjang periode Januari hingga April 2026. Jumlah penumpang tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi massal pada lintas Sukabumi menuju wilayah Cipatat.
Masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta sejauh 67 kilometer hanya dengan membayar tarif subsidi sebesar Rp5.000 saja. Tarif murah tersebut terwujud berkat bantuan skema Public Service Obligation (PSO) pemerintah.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tingginya volume pengguna layanan kereta api tersebut. Keterangan resmi ini disampaikan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba pada Kamis, 28 Mei 2026.
“Setiap perjalanan KA Siliwangi membawa banyak cerita kehidupan. Ada pelajar yang berangkat mengejar cita-cita, pedagang yang mencari nafkah untuk keluarganya, hingga masyarakat yang ingin bertemu orang-orang tersayangnya. Karena itu, KA Siliwangi memiliki arti yang sangat dekat bagi masyarakat,” ujar Anne.
Perjalanan kereta api tersebut dimulai dari Stasiun Sukabumi yang setiap harinya selalu dipenuhi aktivitas masyarakat. Layanan transportasi ini melintasi daerah Gandasoli, Cireungas, Cibadak, Karangtengah, Cianjur, Ciranjang, Cipeuyeum, Lampegan, serta berakhir di Cipatat.
Pada wilayah Cibadak dan Cireungas, layanan angkutan ini menjadi sarana vital penunjang mobilitas perdagangan warga. Sedangkan di stasiun Cianjur dan Ciranjang, moda ini mempermudah akses pendidikan serta pusat layanan kesehatan.
Para penumpang dapat menikmati pemandangan hamparan sawah dan perbukitan hijau yang sejuk sepanjang perjalanan tersebut. Kereta juga melewati Terowongan Lampegan legendaris yang membawa masyarakat menyusuri sejarah perkeretaapian di tanah Priangan.
Layanan transportasi massal ini juga menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata populer di Jawa Barat. Warga dapat mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang maupun wisata alam Stone Garden lewat stasiun pemberhentian.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan kereta api ini turut membantu perputaran roda ekonomi masyarakat lintas Cianjuran. Kemudahan mobilitas tersebut juga mendorong perkembangan sektor pertanian lokal serta pariwisata daerah agar tumbuh berkelanjutan.
Keberadaan moda transportasi massal ini ternyata juga berhasil menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat antarpenumpang. Hal tersebut diungkapkan oleh Executive Vice President Corporate Secretary KAI yang dijabat oleh Wisnu Pramudya.
“Banyak pelanggan yang sudah saling mengenal karena bertemu hampir setiap hari di perjalanan yang sama. Ada rasa dekat yang tumbuh di dalam kereta. Karena itu, KA Siliwangi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di lintas ini,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....