Pemerintah Jadikan Gas Bumi Sebagai Energi Transisi

  • 28 Mei 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jembatan Energi Bersih: Gas bumi diposisikan sebagai energi transisi utama karena menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan minyak bumi dan batu bara.
  • Hambatan Geografis Logistik: Status Indonesia sebagai negara kepulauan memicu tantangan besar dalam mendistribusikan gas secara merata ke wilayah pelosok.
  • Infrastruktur Belum Memadai: Keterbatasan jaringan pipa distribusi menjadi faktor utama yang menghambat optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik.

RRI.CO.ID, Jakarta- Gas bumi diproyeksikan menjadi jembatan utama transisi energi bersih di Indonesia. Komoditas ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bara dan minyak bumi.

Chairman Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof, menyoroti pentingnya strategi energi berkelanjutan nasional. Menurutnya, regulasi investasi hijau perlu disesuaikan demi mendukung target penurunan emisi karbon.

Aris mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan keterbatasan jaringan distribusi gas bumi nasional. Infrastruktur pipa dinilai belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan daerah secara optimal.

Komoditas gas bumi dianggap paling siap untuk menggantikan peran bahan bakar fosil beremisi tinggi. "Keterbatasan saluran pasokan inilah yang menghambat pemanfaatan gas secara optimal di berbagai daerah," kata Aris Mulya Azof saat menjadi narasumber RRI Pro3 dalam program Gastalk yang dilansir dari Youtube RRI Pro3, Kamis, 28 Mei 2026.

Gas bumi dinilai paling siap menggantikan bahan bakar fosil beremisi tinggi saat ini. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatannya untuk mendukung energi bersih nasional.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi hambatan distribusi energi antardaerah dan antarpulau. Kondisi tersebut menyebabkan ketimpangan harga dan pasokan energi masih sering terjadi.

Ia menilai sinergi pemerintah dan swasta sangat diperlukan mengatasi hambatan tersebut. “Tantangan distribusi energi di negara kepulauan cukup kompleks,” kata Aris Mulya Azof.

Pengembangan teknologi penyimpanan gas juga dinilai penting menjaga kestabilan pasokan nasional. Langkah itu diperlukan saat permintaan industri mengalami peningkatan signifikan.

Pemerintah optimistis pemanfaatan gas bumi mempercepat kemandirian energi bersih nasional. Transisi energi terukur diharapkan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Melalui peta jalan jelas, Indonesia siap memasuki era energi berkelanjutan nasional. Pemanfaatan gas bumi diharapkan menjadi solusi menuju masa depan energi lebih hijau.

Video berita terkait dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=DlhXGwDnCvg⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....