Proyek LNG Abadi Blok Masela Menyerap Investasi Rp340 Triliun

  • 31 Jul 2026 00:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian ESDM mencatat nilai investasi proyek LNG Abadi Blok Masela mencapai USD20,9 miliar.
  • Pemerintah mengalokasikan minimal 60 persen produksi LNG Abadi Blok Masela untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
  • Proyek strategis nasional ini menyerap 12.000 tenaga kerja serta menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage.

RRI.CO.ID, Jakarta - Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela mencatatkan nilai investasi fantastis mencapai USD20,9 miliar. Fasilitas energi lepas pantai terbesar ini dirancang untuk memperkuat pasokan gas nasional secara berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan proyek strategis nasional tersebut pada 16 Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perkembangan proyek itu pada Rabu, 29 Juli 2026.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia merespons perhatian publik mengenai penerima manfaat utama proyek tersebut. Pemerintah memproyeksikan produksi harian gas pipa dari lapangan ini mencapai 150 juta kaki kubik.

"Keberhasilan PSN sesungguhnya tidak hanya diukur dari nilai investasinya, tetapi sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal," kata Dwi Anggia melalui keterangan resmi, Rabu, 29 Juli 2026.

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun dan 35.000 barel kondensat. Pemerintah menetapkan alokasi domestik minimal 60 persen untuk menyokong pabrik pupuk serta pembangkit listrik.

Dwi menjelaskan bahwa skema pengembangan proyek energi ini turut mengusung prinsip ramah lingkungan secara konsisten. Operasi pengolahan gas tersebut mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) guna menekan emisi.

"Artinya, proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tapi menjadi wujud komitmen Indonesia menuju transisi energi bersih dan berkelanjutan," ucap Dwi Anggia.

Ia menegaskan dampak perekonomian daerah yang tercipta melalui keberadaan investasi raksasa di kawasan timur. Pembangunan fasilitas energi lepas pantai tersebut diproyeksikan bakal menyerap hingga 12.000 tenaga kerja lokal.

"LNG Abadi Blok Masela adalah bukti bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berpusat di satu wilayah. Dari Kepulauan Tanimbar, kita sedang membangun fondasi baru bagi ketahanan energi nasional," ujar Dwi Anggia.

Program pendidikan dan pelatihan vokasi disiapkan secara khusus untuk mengembangkan potensi putra-putri Kepulauan Tanimbar. Langkah strategis ini bertujuan agar masyarakat setempat dapat menjadi pemain utama di tanah kelahirannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....