Astra Optimalkan Bisnis Inti dan Efisiensi Modal Jelang Tujuh Dekade

  • 26 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Astra International Tbk memperkuat fokus strategis perusahaan menjelang perjalanan tujuh dekade untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
  • Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan ke depan.

RRI.CO.ID, Jakarra – PT Astra International Tbk memperkuat fokus strategis perusahaan menjelang perjalanan tujuh dekade untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan ke depan.

Presiden Direktur Astra, Rudy, mengatakan perusahaan akan fokus pada bisnis otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan berkelanjutan. Apalagi, Astra mereposisi strategi bisnis dengan memfokuskan pengembangan pada portofolio utama yang memiliki kinerja kuat.

“Secara historis, Astra memiliki bisnis yang terdiversifikasi. Serta, menjadi nilai tambah bagi perusahaan hingga hari ini,” ujar Rudy dalam keterangannya, Selasa 26 Mei 2026.

Menurut Rudy, perubahan dinamika pasar mendorong Astra memperkuat fokus terhadap bisnis inti yang menjadi penopang utama kinerja perusahaan. "Strategi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal yang menghasilkan pertumbuhan laba,” katanya.

Astra menyebut ketiga sektor tersebut saat ini berkontribusi sekitar 90 persen terhadap total laba perusahaan. Pada sektor otomotif, Astra memperkuat ekosistem bisnis kendaraan baru, kendaraan bekas, suku cadang, dan layanan purnajual nasional.

Ekosistem tersebut mencakup penjualan kendaraan bekas, suku cadang, layanan purna jual, hingga jaringan pelanggan di seluruh Indonesia. Sementara pada sektor jasa keuangan, Astra mengoptimalkan potensi ekosistem melalui berbagai produk dan layanan bagi beragam segmen pelanggan.

Adapun bisnis alat berat dan solusi pertambangan diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pertambangan. Termasuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru guna meningkatkan daya saing jangka panjang.

Untuk portofolio bisnis di luar tiga sektor utama tersebut, Astra akan menjalankan strategi pengembangan yang lebih terarah. Tentunya, dengan menekankan keselarasan terhadap ekosistem dan kapabilitas perusahaan.

Sepanjang 2015 hingga 2025, laba bersih Astra meningkat 126 persen dari Rp15 triliun menjadi Rp33 triliun. Pembagian dividen Astra meningkat 245 persen, dari Rp113 per saham pada 2015 menjadi Rp390 per saham 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....