Laba Astra Kuartal I 2026 Rp5,85 Triliun, Segmen Tambang dan Energi Jadi Penekan
- 30 Apr 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Astra International membukukan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I 2026
- penurunan laba terutama dipengaruhi melemahnya beberapa sektor kinerja
RRI.CO.ID, Jakarta – Astra International membukukan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I 2026. Capaian ini turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,93 triliun.
Presiden Direktur Astra, Rudy, mengatakan penurunan laba terutama dipengaruhi melemahnya beberapa sektor kinerja. Sektor tersebut berupa lini bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi.
“Pada kuartal-I 2026, laba Grup menurun disebabkan kontribusi yang rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Namun, bisnis lainnya mencatatkan kinerja lebih baik sehingga dapat mengimbangi sebagian penurunan tersebut,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis 30 April 2026.
Dari sisi pendapatan, Astra mencatatkan Rp78,67 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka tersebut turun 6 persen secara tahunan dari Rp83,36 triliun.
Penurunan terjadi di sejumlah lini utama, seperti penjualan barang yang turun 7,1 persen menjadi Rp53,74 triliun. Serta, segmen jasa dan sewa yang melemah 6,19 persen menjadi Rp16,43 triliun.
Namun, kinerja positif ditunjukkan sektor jasa keuangan yang tumbuh 6,80 persen menjadi Rp8,49 triliun. Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan juga turun 4,72 persen menjadi Rp63,17 triliun, dibandingkan Rp66,30 triliun tahun lalu.
Rudy menilai kondisi pasar ke depan masih dibayangi ketidakpastian global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik. “Kami terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan fokus menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” katanya.
Dari sisi neraca, total aset Astra tercatat Rp517,80 triliun hingga akhir kuartal I 2026. Angka tersebut tumbuh 2,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total aset tersebut terdiri dari ekuitas sebesar Rp239,12 triliun dan liabilitas Rp224,68 triliun. Astra menegaskan akan terus menjaga kinerja bisnis di tengah dinamika ekonomi global dengan memperkuat lini usaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....