Kemendag Sebut SRC Berhasil Dorong Toko Kelontong Naik Kelas

  • 21 Mei 2026 17:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perdagangan sebut konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi mencapai 54,36 persen
  • SRC membantu toko kelontong tradisional melalui berbagai program pendampingan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan sebut konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi mencapai 54,36 persen. Hal tersebut dikatakan langsung Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, sektor ritel, baik modern maupun tradisional memiliki peran besar. Salah satunya dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

“54,36 persen di antaranya diambil dari konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga ini retail, baik retail modern maupun retail tradisional di dalamnya toko kelontong,” ujar Iqbal dalam acara HUT PT SRC di Jakarta.

Iqbal menilai program pembinaan yang dijalankan SRC selama 18 tahun terakhir berhasil mendorong pelaku usaha toko kelontong untuk berkembang. “Apa yang dilakukan SRC selama 18 tahun terakhir bukan hanya meng-accelerate, tapi juga scale-up usahanya,” katanya.

Ia menjelaskan, SRC membantu toko kelontong tradisional melalui berbagai program pendampingan. Mulai dari penataan toko, pengelolaan manajemen keuangan, penyusunan laporan keuangan, hingga memfasilitasi distribusi barang.

Menurutnya, langkah tersebut membuat pelaku usaha bisa memperoleh harga barang yang lebih kompetitif. Sehingga margin keuntungan yang diperoleh menjadi lebih baik.

Iqbal juga mengungkapkan, lebih dari 40 persen toko kelontong binaan SRC kini telah memiliki lini usaha tambahan. Seperti warung makan, penjualan token listrik, pulsa, dan layanan lainnya.

Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Romulus Sutanto menyebut program pendampingan UMKM perseroan terus memberikan dampak positif. Manajemen SRC mengatakan, riset Kompas Gramedia mencatat toko yang bergabung dengan SRC mengalami peningkatan omzet hingga 42% pada 2023.

“Pertumbuhan itu disebut terus berlanjut di tengah dinamika ekonomi nasional. Melalui pendampingan berkelanjutan dari SRC, omzet toko SRC terus mengalami kenaikan sebesar 27,5% dalam tiga tahun terakhir,” ujar Romulus.

SRC juga menyoroti keberhasilan program “Pojok Lokal” yang menjadi etalase produk UMKM di toko-toko SRC. Program tersebut memungkinkan produk UMKM lokal dipasarkan langsung di jaringan toko SRC.

Dari sisi bisnis, omzet program Pojok Lokal disebut melonjak 128% dari Rp5,65 triliun pada 2023. Dan kini menjadi Rp12,9 triliun pada 2026.

SRC menambahkan, penguatan ekosistem UMKM juga dilakukan lewat kerja sama strategis dengan sejumlah BUMN dan mitra usaha. Seperti BRI, Pos Indonesia, Telkomsel, Pertamina Patra Niaga, hingga Bulog.

Secara nasional, SRC mengklaim keseluruhan ekosistem usahanya telah menghasilkan kontribusi omzet sekitar Rp251 triliun per tahun. Atau setara 9,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) retail nasional pada 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....