Apa Itu Minyak Atsiri? Kenali Fungsi, Jenis, dan Peluang Bisnisnya

  • 12 Mei 2026 13:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Minyak atsiri menjadi salah satu komoditas berbasis bahan alam yang memiliki potensi ekonomi besar
  • Peluang bisnis minyak atsiri juga terbuka luas, mulai dari usaha budidaya tanaman, penyulingan minyak, hingga pengembangan produk turunan bernilai tambah
  • PFF Bali diharapkan menjadi katalis pengembangan industri minyak atsiri Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Minyak atsiri merupakan minyak alami yang diperoleh dari berbagai bagian tanaman, seperti daun, bunga, batang, akar, hingga kulit buah. Minyak ini dikenal memiliki aroma khas dan banyak dimanfaatkan dalam industri parfum, aromaterapi, kosmetik, hingga produk kesehatan dan perawatan tubuh.

Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa, 12 Mei 2026, di Indonesia, minyak atsiri menjadi salah satu komoditas berbasis bahan alam yang memiliki potensi ekonomi besar. Beragam tanaman penghasil minyak atsiri tumbuh subur di berbagai daerah, mulai dari serai wangi, nilam, cengkih, kayu putih, pala, hingga kenanga.

Minyak atsiri umumnya diperoleh melalui proses penyulingan atau ekstraksi tanaman. Hasil akhirnya berupa cairan pekat beraroma yang mengandung senyawa alami tertentu dan digunakan sebagai bahan baku berbagai produk industri.

Dalam kehidupan sehari-hari, minyak atsiri banyak dimanfaatkan sebagai bahan parfum, minyak pijat, sabun aromaterapi, lilin wangi, hingga produk spa dan wellness. Beberapa jenis minyak atsiri juga digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai bahan flavor alami.

Salah satu jenis minyak atsiri yang cukup populer di Indonesia adalah minyak nilam. Komoditas ini menjadi bahan penting dalam industri parfum dunia karena berfungsi sebagai pengikat aroma agar parfum bertahan lebih lama.

Selain nilam, minyak serai wangi juga banyak digunakan sebagai bahan aromaterapi dan pengusir serangga alami. Sementara minyak kayu putih dikenal luas sebagai produk kesehatan tradisional yang digunakan masyarakat sejak lama.

Permintaan produk berbasis minyak atsiri terus meningkat seiring berkembangnya tren gaya hidup sehat dan penggunaan bahan alami. Produk wellness dan aromaterapi kini semakin diminati karena dianggap memberikan efek relaksasi dan kenyamanan.

Peluang bisnis minyak atsiri juga terbuka luas, mulai dari usaha budidaya tanaman, penyulingan minyak, hingga pengembangan produk turunan bernilai tambah. Produk seperti parfum lokal, sabun herbal, lilin aromaterapi, hingga minyak pijat mulai berkembang di pasar domestik maupun ekspor.

Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi minyak atsiri agar komoditas tersebut tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Pengembangan industri berbasis flavor, fragrance, dan wellness dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Minyak atsiri memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk seperti parfum, aromaterapi, kosmetik, produk spa, hingga produk rumah tangga berbahan alami,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan pers, Senin, 11 Mei 2026.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika menyampaikan, pengembangan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali. Perihal ini, diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri flavor dan fragrance nasional melalui peningkatan kompetensi SDM dan inovasi produk.

“PFF Bali diharapkan menjadi katalis pengembangan industri minyak atsiri Indonesia. Kami ingin melahirkan produk-produk inovatif yang memiliki daya saing di pasar domestik maupun global,” kata Putu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....