IAPI Dorong Kredibilitas Laporan Keuangan lewat Asurans Bertaraf Global
- 09 Mei 2026 04:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Institut Akuntan Publik Indonesia tengah mempersiapkan pengembangan infrastruktur penjaminan mutu laporan non-keuangan di dalam negeri saat ini. Langkah strategis tersebut dirancang demi meningkatkan kualitas serta kepercayaan publik terhadap pelaporan kinerja ESG korporasi nasional.
Dewan Pengurus Nasional IAPI, Sempurna Bahri, menerangkan arah perkembangan pelaporan korporasi dunia kini menuju standardisasi aspek lingkungan. Perubahan besar ini menekankan pentingnya pengungkapan sosial dan tata kelola tanpa harus mengurangi esensi data kinerja finansial.
“Bukan hanya masalah kinerja finansial, asurans keberlanjutan ini bertujuan membangun. Juga kepercayaan stakeholders pengguna laporan keuangan mengelola risiko, memenuhi regulasi,” kata Sempurna Bahri.
Pernyataan resmi ini disampaikan langsung dalam sebuah acara pertemuan awak media terkait asurans tersebut di Jakarta. "Jadi para pembaca laporan keuangan itu akan melihat apakah ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan terkait hukum," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa aspek hukum tersebut mencakup isu ketenagakerjaan, regulasi lingkungan hidup, pembuangan limbah, hingga aturan lainnya. Asosiasi profesi akuntan ini juga memberikan apresiasi terhadap terbitnya draf aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan.
Kebijakan teranyar itu dirilis guna memperkokoh ekosistem pembiayaan hijau bagi segenap pelaku usaha di industri pasar modal. Ketentuan tersebut mengharuskan perusahaan menyusun laporan dengan mengacu pada standar umum pengungkapan informasi keberlanjutan yang disepakati.
Pedoman teknis ini tertuang dalam draf aturan terbaru yang menyangkut pengelolaan risiko iklim bagi emiten publik. Organisasi menegaskan bahwa informasi kinerja hijau harus memiliki keterikatan yang sangat erat dengan laporan pos finansial.
Dalam proses analisis draf aturan, pihak asosiasi menaruh perhatian khusus pada penggunaan terminologi verifikasi dokumen tersebut. Menurut pandangan mereka, metode pembuktian teknis memiliki perbedaan yang sangat mendasar jika dibandingkan dengan konsep asurans.
Proses verifikasi cenderung hanya berfokus pada kebenaran data teknis, sedangkan penjaminan memberikan penilaian independen yang menyeluruh. Asurans mencakup evaluasi sistem operasional secara objektif, pengujian materialitas isu, serta konsistensi dari seluruh penyajian informasi.
“Ketika investor atau pelaku di pasar modal ingin melakukan keputusan investasi, yang mereka cari sekarang itu bukan cuma laporan keuangan atau informasi keuangan, tapi juga bagaimana perusahaan tersebut mengelola operasionalnya." Pendapat ini dikemukakan untuk mempertegas pergeseran fokus para penanam modal dalam menilai prospek bisnis jangka panjang.
"Sehingga laporan keberlanjutan itu menjadi sesuatu elemen yang penting di dalam pasar modal maupun di dalam sektor keuangan,” ucap Dewan Pengurus Nasional IAPI, Susanto. Pernyataan penutup tersebut menegaskan urgensi adopsi standar asurans berkelas dunia demi menjaga daya saing ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....