KAI Tingkatkan 19.167 Pekerja Bersertifikasi demi Jamin Keselamatan
- 07 Mei 2026 23:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat penambahan tenaga kerja tersertifikasi sebanyak 19.167 orang untuk memperkuat keselamatan operasional.
- Manajemen KAI terus meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan serta sertifikasi resmi bagi seluruh petugas garda depan.
- Perusahaan memanfaatkan teknologi informasi serta koordinasi kewilayahan guna melakukan mitigasi risiko bahaya di sepanjang jalur perjalanan kereta.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan kenaikan tenaga ahli yang bersertifikasi pada Kamis, 7 Mei 2026. Pihak operator tersebut mencatat pertumbuhan personel teknis mulai dari 14.150 hingga mencapai 19.167 pegawai.
Langkah ini bertujuan memperkuat aspek operasional yang memerlukan tingkat disiplin tinggi selama melayani jutaan penumpang setiap hari. Upaya tersebut merupakan strategi KAI untuk menjamin standar mutu perjalanan kereta nasional demi keamanan masyarakat pengguna jasa.
“Kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki sistem operasional sangat detail. Setiap petugas memegang peran penting dan seluruh proses harus berjalan presisi. Karena itu setiap Insan perkeretaapian wajib memiliki kompetensi, kesiapan, dan disiplin tinggi sebelum menjalankan tugas operasional,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Anne Purba menjelaskan sertifikasi mencakup ribuan pekerja di berbagai wilayah. Dokumen kompetensi itu menjadi syarat utama bagi setiap insan perkeretaapian sebelum dia mengemban tanggung jawab pelayanan publik.
Data internal perusahaan menunjukkan adanya grafik perkembangan sumber daya manusia secara signifikan mulai tiga tahun terakhir. Jumlah tenaga kerja bersertifikat tercatat sebanyak 15.983 orang pada 2023 dan naik menjadi 16.186 orang pada 2024.
Manajemen menargetkan distribusi pekerja terampil sebanyak 18.297 orang di berbagai lini bisnis perusahaan selama periode tahun berjalan. Total kuota tersebut mencakup kebutuhan ribuan asisten pengatur perjalanan serta personel ahli untuk perawatan infrastruktur jalan rel.
“Dalam operasional kereta api, keputusan yang diambil petugas harus cepat, tepat, and sesuai prosedur. Karena itu proses pembentukan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan agar setiap petugas siap menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan,” ujar Anne.
Pemeriksaan berkala pada sarana serta prasarana merupakan aktivitas rutin guna menjaga kualitas mesin lokomotif maupun gerbong kereta. Petugas ahli memantau langsung kondisi fasilitas operasi guna memastikan seluruh komponen berada dalam tingkat keandalan yang optimal.
KAI memanfaatkan platform Safety Railway Information (SRI) guna memudahkan para pekerja saat menyampaikan laporan terkait gangguan eksternal. Teknologi tersebut berfungsi mendeteksi dini setiap ancaman perjalanan sehingga manajemen bisa segera melakukan proses mitigasi secara akurat.
Gangguan fisik seperti cuaca buruk serta vandalisme di sepanjang lintasan kereta masih menjadi perhatian utama bagi perusahaan. Perusahaan terus membangun kolaborasi erat dengan warga sekitar jalur demi menekan risiko kerusakan fasilitas negara secara komprehensif.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menekankan pentingnya sinergi kolektif antara petugas dengan pihak masyarakat. Ia meyakini bahwa ketaatan terhadap aturan teknis serta kehati-hatian seluruh elemen adalah kunci keselamatan transportasi massal tersebut.
“Setiap perjalanan kereta api yang berjalan aman sesungguhnya dijaga oleh banyak Insan yang bekerja penuh disiplin selama 24 jam. Keselamatan dibangun dari ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur, kompetensi SDM, serta kolaborasi bersama stakeholder dan masyarakat dalam menjaga operasional perkeretaapian. KAI akan terus memperkuat seluruh aspek tersebut agar kepercayaan jutaan pelanggan tetap terjaga dalam setiap perjalanan,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....