Republikorp-Baykar Perkuat Kerja Sama Kembangkan Pesawat Tempur Nirawak

  • 07 Mei 2026 22:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Republikorp Group dan Baykar menyepakati pengembangan pesawat tempur nirawak KIZILELMA guna memperkuat industri pertahanan Indonesia.
  • Kemitraan strategis kedua perusahaan ini menargetkan penguatan kemampuan sistem tempur tanpa awak nasional mulai tahun 2028.
  • Kerja sama pembangunan industri tersebut meliputi transfer teknologi hingga pembangunan pusat fasilitas pemeliharaan mesin secara lokal.

RRI.CO.ID, Istanbul - Republikorp Group serta Baykar sepakat memperkuat kemitraan strategis pertahanan Indonesia dan Türkiye pada ajang pameran dirgantara. Perusahaan dirgantara global itu menandatangani kerja sama pengembangan pesawat tempur nirawak terbaru melalui skema transfer teknologi industri.

Republikorp Group melaporkan kesepakatan tersebut pada Kamis, 7 Mei 2026 dari lokasi acara utama SAHA, Turki. Pengembangan jenis Bayraktar KIZILELMA tersebut bertujuan menciptakan sistem udara yang lebih mandiri dan kuat bagi operasional militer.

Kesepakatan itu menjadi tahap lanjutan dari dokumen Joint Venture Agreement (JVA) yang ditandatangani para mitra sejak tahun 2025. Kerangka kerja ini sebelumnya telah mencakup produksi lokal armada Bayraktar TB3 serta AKINCI dalam wilayah kedaulatan Indonesia.

Dua pihak memperluas lingkup kemitraan melalui pembangunan ekosistem industri dirgantara yang berkelanjutan bagi perkembangan sektor keamanan nasional. Rencana pembangunan tersebut fokus terhadap pengembangan jenis pesawat nirawak Unmanned Combat Aircraft (UCAV) sebagai inovasi teknologi tinggi.

“Bersama Baykar, kami membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan, mulai dari produksi, maintenance, pengembangan SDM, hingga riset teknologi masa depan,” kata Chairman Republikorp Group Norman Joesoef.

Perusahaan menargetkan operasional unit Bayraktar KIZILELMA untuk memperkuat kemampuan angkatan udara Republik Indonesia mulai dari tahun 2028. Kolaborasi intensif antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara akan menyertakan fasilitas pusat produksi serta integrasi lokal nasional.

Kerja sama strategis itu juga melingkupi pembentukan pusat fasilitas Maintenance Repair Overhaul (MRO) serta proses sertifikasi tenaga ahli. Program riset teknologi masa depan disiapkan guna melahirkan inovasi pesawat nirawak yang lebih canggih untuk pasar pertahanan global.

“Pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru dalam hubungan strategis Indonesia dan Türkiye,” ucap CEO Baykar, Haluk Bayraktar.

Transformasi hubungan kedua negara berkembang pesat menjadi kemitraan industri pertahanan yang berorientasi pada inovasi dan kemandirian militer. Inisiatif tersebut mengutamakan pembangunan kapasitas nasional melalui pertukaran pengetahuan antartenaga ahli dari Indonesia maupun pihak negara Türkiye.

Republikorp merupakan perusahaan induk swasta yang aktif menjalin kemitraan strategis dengan produsen teknologi dirgantara terkemuka di tingkat dunia. Entitas ini berkomitmen penuh dalam mendorong adopsi teknologi mutakhir lewat pembentukan badan usaha kerja sama untuk produksi nasional.

Baykar dikenal luas sebagai pengembang teknologi dirgantara modern asal Türkiye yang sukses memproduksi berbagai sistem tanpa awak. Dedikasi utama perusahaan tersebut tertuju pada riset inovasi dirgantara generasi baru dan kerja sama pengembangan infrastruktur industri strategis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....