Produk Lokal Diminati, Indonesia Raih Transaksi 20 Juta Dolar di Pameran Canada
- 06 Mei 2026 13:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia raih potensi transaksi 20 juta dolar AS di SIAL Canada 2026 dengan kenaikan 35 persen.
- Produk kopi, rempah, dan olahan makanan Indonesia diminati pasar Kanada yang modern.
- Partisipasi pameran dorong ekspor serta peluang kerja sama dan perluasan pasar global.
RRI.CO.ID, Montreal - Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi perdagangan bernilai lebih dari 20 juta dolar Amerika Serikat (AS). Capaian gemilang tersebut diraih melalui partisipasi aktif pada ajang Salon International de l'Alimentation (SIAL) Canada 2026.
Duta Besar RI Ottawa Muhsin Syihab mengapresiasi tingginya minat pasar. Produk lokal terbukti mampu memenuhi selera konsumen pasar Kanada yang sangat modern serta menuntut standar tinggi.
Kopi spesialti serta rempah alami asal Indonesia kini berada pada posisi sangat baik dalam persaingan global. Menurut dia, permintaan terhadap produk makanan olahan yang berkelanjutan serta inovatif terus meningkat di Amerika Utara.
“Kanada merupakan pasar yang menjanjikan dan modern di mana konsumen makin menuntut produk berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inovatif. Produk Indonesia, mulai dari kopi spesialti, rempah alami berada pada posisi yang baik untuk memenuhi preferensi tersebut,” ujar Muhsin di Montreal, Rabu, 6 Mei 2026.
Paviliun Indonesia mendapatkan sambutan sangat antusias dari para distributor besar serta pembeli profesional di Kanada. Kehadiran sepuluh perusahaan nasional memperkuat penetrasi produk makanan dan minuman Indonesia ke pasar mancanegara secara luas.
International Business Manager PT Konimex Indra Aries Purnomo menyatakan pameran ini membuka peluang kerja sama baru. Perusahaan memperkenalkan produk permen hingga wafer guna memperluas jaringan komunikasi dengan para mitra potensial di sana.
“Konimex telah memasuki pasar Kanada melalui produk permen hingga wafer sejak tahun lalu. Perusahaan memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas serta menjalin komunikasi dengan mitra potensial di Kanada,” ujar Indra.
Founder Gulapa (PT Berkat Petani Indonesia) Ika Dewi menambahkan bahwa ajang ini menjadi sarana strategis untuk mempromosikan olahan kelapa. Ia berupaya memahami kebutuhan pasar agar produk gula kelapa miliknya dapat diterima oleh masyarakat lokal Kanada.
“Melalui partisipasi pada SIAL Canada 2026, kami berkesempatan untuk memperkenalkan produk olahan kelapa asal Indonesia. Khususnya gula kelapa, kepada pasar Kanada serta memahami preferensi pasar dan menjalin komunikasi dengan mitra potensial,” kata Ika.
Nilai ekspor produk olahan Indonesia ke Kanada tumbuh pesat hingga 106 persen dalam tiga tahun terakhir. Data menunjukkan nilai perdagangan melonjak dari 56,4 juta dolar menjadi 116,6 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan ekspor pada kategori produk kakao serta olahan sayur dan buah. Partisipasi konsisten sejak tahun 2012 membuktikan komitmen pemerintah dalam mendorong perluasan akses pasar produk nasional.
Atase Perdagangan Republik Indonesia di Ottawa Mahdewi Silky menyebut pelaku usaha berharap pada percepatan ratifikasi perjanjian. Kerja sama Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-CA CEPA) dipercaya akan memberikan kemudahan tarif bagi eksportir.
“Perjanjian ini diharapkan dapat memberikan penurunan atau penghapusan tarif, memperkuat kepastian akses pasar. Serta menciptakan kerangka kerja yang lebih kondusif bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua negara,” kata Mahdewi.
Pameran SIAL Canada 2026 menghadirkan lebih dari 800 peserta dari berbagai penjuru dunia kepada ribuan pengunjung. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia memberikan dukungan penuh bagi perusahaan peserta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....